Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Bola
Tersangka Joko Driyono Plt Ketum PSSI akan Diperiksa Kembali pada Kamis 21 Februari
2019-02-19 15:33:15

Tersangka Joko Driyono, Plt Ketum PSSI.(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum (Ketum) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Joko Driyono akan kembali menjalani pemeriksaan sebagai tersangka untuk kedua kalinya pada Kamis 21 Februari 2019. Pasalnya pemeriksaan Jokdri sebagai tersangka pada Senin 18 hingga Selasa 19 Februari 2019 belum rampung.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, pemeriksaan akan dilanjutkan pada hari Kamis tanggal 21 Februari jam 10.

"Ada 32 pertanyaan yang diajukan ke beliau, namun, baru sekitar 17 pertanyaan yang dilontarkan," kata Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Selasa (19/2).

Jokdri saat itu meminta pemeriksaan ditunda mengigat waktu yang sudah larut pagi. Maka dari itu ia minta sisa pertanyaan dijawab pada pemanggilan selanjutnya.

"Seiring berjalannya waktu, penyidikan baru sampai pertanyaan 17 ditutup. Itu jam 03.30 WIB karena yang bersangkutan (Jokdri) menginginkan untuk ditutup terlebih dahulu," ujar Argo.

Pada pemeriksa sebagai tersangka Senin 18 hingga Selasa 19 Februari 2019, Joko Driyono mengakui jika dirinya yang telah menyuruh ketiga tersangka atas kasus perusakan barang bukti dengan menyuruh mengambil satu unit laptop dan dokumen dari kantor Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.

"Jadi yang bersangkutan jawab, alasannya memang untuk menyuruh tiga orang staffnya mengamankan barang tersebut," tambah Argo.

Meski sudah mengakui kepada penyidik Satgas Antimafia Bola, jika dirinya yang menyuruh ketiga staffnya untuk mengamankan satu unit laptop dan dokumen di kantor yang sudah diberi garis polisi, namun Argo belum membeberkan informasi apa yang ada di laptop tersebut.

"Nanti di sidang pengadilan akan dibuka ya," jelasnya.

Jokdri ditetapkan sebagai tersangka karena merusak barang bukti terkait pengaturan skor. Dia ditetapkan sebagai tersangka pada Kamis 14 Februari 2019 lalu.(bh/as)

Share : |

 
Berita Terkait Bola
Polri Memberikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa Bripda Sani Rizky Atas Prestasinya di Piala AFF U 22
Tersangka Joko Driyono Plt Ketum PSSI akan Diperiksa Kembali pada Kamis 21 Februari
Satgas Antimafia Bola Usut Dugaan Plt Ketum PSSI Joko Driyono Terlibat Kasus Pengaturan Skor
Plt Ketum PSSI Joko Driyono Penuhi Panggilan Penyidik Satgas Antimafia Bola
Satgas Antimafia Bola Kembali Menangkap Oknum Wasit Bola Menerima Suap Rp 45 juta
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kasus Kriminalisasi Wartawan Aceh dan Sulut Membuktikan Lemahnya Rakyat di Depan Penguasa dan Pengusaha
Prabowo: Jika Kita Difitnah, Balas dengan Budi Pekerti
Permasalahan Pertanahan di Tanah Air Harus Diselesaikan
Pengungsi Bangladesh Minta Rakyat Indonesia Bersyukur karena Indonesia Damai
Pengoplosan Gas Subsidi Sebabkan Kelangkaan Gas Elpiji
Program MRT Bukan Keberhasilan Jokowi Sendiri
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Pesan Damai Prabowo Subianto untuk Rakyat Indonesia dari Papua
Indonesia Menang Mutlak Atas Perkara Gugatan Churchill Mining Plc dan Planet Mining Pty Ltd
KPK OTT Direktur BUMN Krakatau Steel, Jokowi Gagal Kelola BUMN yang Bersih dari Korupsi dan Suap
Polisi Menangkap 9 Tersangka Sindikat Pemalsu Materai yang Dijual Online
KPK Tetapkan 3 Tersangka Dalam Kasus Suap Seleksi Jabatan di Lingkungan Kementerian Agama
Tunjukkan Solidaritas, Lampu JPO GBK Visualkan Warna Bendera Selandia Baru
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]