Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Pidana    
 

Terbukti Bawa Ganja, ABG Australia Divonis Dua Bulan
Saturday 26 Nov 2011 01:28:53

Terdakwa LM sebelum menjalani persidangan (Foto: Ist)
DENPASAR (BeritaHUKUM.com) – Remaja Australia, LM (14) divonis dua bulan penjara. Ia dinyatakan secara sah dan meyakinkan terbukti kedapatan membawa ganja kering seberat 6,9 gram. Vonis tersebut dijatuhkan hakim tunggal Amzer Simadjuntak di Pengadilan negeri (PN) Denpasar, Bali, Jumat (25/11).

Dalam amar putusannya tersebut, jakim menyatakan bahwa terdakwa LM terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar UU 35/2009 tentang Narkotika. Vonis dua bulan itu lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) I Gusti Putu Gede Atmaja selama tiga bulan penjara.

Hakim juga menyebutkan, perbuatan terdakwa LM ini telah mencoreng citra pariwisata Bali. Sedangkan pertimbangan yang meringankannya, terdakwa masih di bawah umur, sopan, dan mengakui perbuatannya. Ia juga dalam masa rehabilitasi.

Atas putusan tersebut, kuasa hukum terdakwa LM, M Rifan menyatakan pikir-pikir. Hakim pun memberi waktu tujuh hari bagi terdakwa untuk menetukan sikap atas vonis tersebut. Namun, dengan vonis dua bulan, masa pemidanaan LM tinggal sembilan harilagi. Kemudian, dia langsung dipulangkan ke Australia.

Usai sidang, M Rifan menyesalkan vonis hakim tersebut. Menurut dia, seharusnya hakim memutuskan LM untuk direhabilitasi, bukan dipenjara. "Kami tetap kecewa, karena sebelumnya saksi dan alat bukti persidangan mengarah ke proses rehabilitasi, bukan pidana," ujarnya.

Sebelumnya, LM ditangkap di Jalan Padma, Legian, Kuta, Bali pada 4 Oktober 2011 lalu. Ia kedapatan membawa 6,9 gram ganja kering. Atas perbuatannya itu, LM dijerat dengan pasal 111 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara. Berita penangkapan LM ini, sempat menjadi perhatian media serta publik di Australia.

Seperti diberitakan situs news.com.au, beberapa media negeri kanguru itu berebut untuk mendapatkan hak ekslusif pemberitaan dengan nilai cukup tinggi. Bahkan, orang tuaLM bersedia menjual kisah anaknya pada sebuah jaringan televisi Channel 9 senilai 200.000 dolar AS atau setara dengan Rp 1,8 miliar (kurs Rp 9.000/dolar).

Rencananya, Channel 9 akan membagi biaya hak siar tersebut dengan jaringan media lain seperti '60 Minutes', 'Nine News', 'ACP Magazines' dan kemungkinan 'Woman's Day'. Upaya Channel 9 mendapatkan hak ekslusif ini tidak mudah. Mereka harus bersaing dengan rivalnya 'Network Seven' yang juga tertarik mengangkat kisah sang remaja yang sedang menjalani persidangan di Bali ini.

Namun, kesepakatan antara Channel 9 dan pihak keluarga sudah tidak bisa diganggu gugat. Perjanjian ini sudah ditandatangani sejak pekan lalu oleh CEO Nine Entertainment David Gyngell. (dbs/sut)


 
Berita Terkait
 
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah
Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit
Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional
Sinyal keterlibatan Menhut Raja Juli dalam kasus korupsi Bupati Kuansing Suhardiman Amby
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]