Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Bahasa
Temu Sastra Indonesia-Malaysia ke-3 Digelar di Bandung
Saturday 12 Sep 2015 12:36:20

Rapat persiapan panitia Temu Sastra Indonesia-Malaysia (TSIM) di sela-sela makan siang di salah satu rumah makan di Bandung, Jawa Barat.(Foto: Panitia TSIM)
BANDUNG, Berita HUKUM - Temu Sastra Indonesia-Malaysia (TSIM) ke-3 digelar di Bandung, 18-20 September 2015 mendatang. Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar direncanakan membuka acara itu, Jumat (18/9).

Peserta TSIM terdiri dari sastrawan, ahli sastra, dosen, pengajar, pengamat, mahasiswa dan peneliti masalah bahasa dan sastra dari Indonesia, Malaysia, dan negara serumpun lainnya.

Ketua Panitia TSIM, Dra. Hj. Sastri Yunizarti Bakry, Akt., Msi., CA., mengatakan, Wagub Jabar Deddy Mizwar akan menyampaikan pidato kebudayaan dan membuka TSIM di Amphiteatre NuArt Sculpture Park, Jalan Setra Duta Raya L6 Sarijadi, Bandung.

Presiden Numera Malaysia SN. Dato Dr. H. Ahmad Khamal Abdullah pada kesempatan itu juga akan menyampaikan sambutan.

Di saat yang sama, buku antologi puisi "Syair Persahabatan Dua Negara" karya 100 penyair Indonesia-Malaysia diluncurkan, dilanjutkan baca puisi Indonesia-Malaysia oleh para penyair.

Diungkapkan Sastri Bakry, rangkaian TSIM lainnya adalah Seminar Internasional Sastra dan Bahasa Indonesia-Malaysia dalam Perspektif Sejarah dan Masa Depan, Studi Banding ke Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran, dan Wisata Budaya ke objek-objek wisata di Bandung.

“Walau nama acara ini TSIM, ternyata ikut juga sebagai peserta dari Thailand, Singapura dan Jepang,” kata Sastri Bakry, Sabtu (12/9), di Jakarta.

TSIM bertujuan membangun sastra dua negara, Indonesia-Malaysia melalui apresiasi sastra, membangun tamaddun Melayu, dan memperluas jaringan sastra internasional di masa datang dengan mengunggulkan tamaddun Melayu.

TSIM dihelat atas kerjasama panitia penyelenggara dengan Universitas Padjadjaran, Numera Malaysia, NuArt Sculpture Park, dan didukung anggota DPD RI, Hj. Emma Yohanna. Sebelumnya, TSIM ke-1 tahun 2012 diadakan di Padang dan TSIM ke-2 tahun 2014 di Jakarta.

Informasi lebih lanjut terkait TSIM dapat menghubungi Ketua Panitia Lokal Dr. Enung Nurhayati Elangmunsyi di Sekretariat Panitia, Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin, Jalan Cikni Raya No. 75, Taman Ismail Marzuki Jakarta Pusat. (rel/bh/sya)


 
Berita Terkait Bahasa
 
Bahasa Mongolia Diganti Bahasa Mandarin di Sekolah, Etnik Mongolia di China Hawatir 'Kehilangan Bahasa Ibu'
 
Pembangunan Monumen Bahasa Mangkrak, Mustofa Widjaja Desak Pemerintah Segera Selesaikan
 
Datangi Kampung Inggris, Zulkifli Hasan Optimis Tenaga Kerja Indonesia Bisa Unggul dari Asing
 
Temu Sastra Indonesia-Malaysia ke-3 Digelar di Bandung
 
Tan Sri Dr Rais Yatim: Perjuangkan Bahasa Indonesia Raih Pengakuan Internasional
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Aksi Damai Massa 'Minta DPR RI Dengarkan Suara Rakyat Agar Pilkada 2020 Ditunda'
Tanpa Peran Soeharto, Indonesia Jadi Negara Komunis
PKS: Penghapusan Mata Pelajaran Sejarah Berbahaya dan Tidak Relevan
Ditlantas Polda Metro Adakan Baksos Hari Lantas Bhayangkara ke-65, Puluhan Ton Beras Dibagikan
NU Minta Pilkada Serentak 2020 Ditunda
Ribuan Warga Ketapang Mengamuk, TKA China jadi Bulan-bulanan, Dipukuli dan Kabur ke Hutan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Jansen Sitindaon: Dulu Jadi Jubir Sandiaga, Sekarang Jadi Lawan
Said Didu: Bu Menkeu, Dulu untuk Dampak Krisis Ditolak, Sekarang Jiwasraya 'Dirampok' Kok Malah Dikucurkan 20 T?
Hasil Olah TKP Kebakaran Gedung Kejaksaan Agung, Bareskrim Polri: Ada Unsur Pidana
Sekda DKI Jakarta Saefullah Tutup Usia
Syekh Ali Jaber: Saya Tidak Terima Kalau Pelaku Penusukan Dianggap Gila, Dia Sangat Terlatih
59 Negara Tolak WNI, Refly Harun: Kesalahan Jokowi, Bukan Anies
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]