Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Pilpres 2014
Target Ical Menuju R-1, Masih Banyak Kendala
Sunday 21 Oct 2012 16:38:26

Tokoh Partai Golkar : Aburizal Bakrie, Jusuf Kalla dan Akbar Tanjung. (foto : bh)
JAKARTA, BeritaHUKUM - Penerimaan publik pada capres Partai Golkar Aburizal Bakrie yang akrab disapa Ical ternyata masih sangat rendah, popularitasnya kalah dibandingkan dengan Jusuf Kalla (JK). Hal tersbut, terungkap dalam paparan hasil survey yang dilakukan Survei Political Weather Station (PWS) yang diadakan 15 September - 15 Oktober 2012.

"Kenapa elektabilitas dan kesukaan pada Aburizal Bakrie belum naik secara signifikan? Kita tahu adanya kasus Lapindo, kemudian citra dari perusahaan Bakrie seperti ngemplang pajak dan utang besar. Konflik internal di Partai Golkar dan sentimen Jawa dan non-Jawa," kata Direktur Riset PWS Marsedes Marbun memberi alasan.

Hal itu disampaikan dia dalam jumpa pers survei bertajuk 'Mendung selimuti elektabilitas Aburizal Bakrie' di Hotel Atlet Century, Jalan Pintu Satu Senayan, Jakarta, Minggu (21/10). Survei ini dilakukan menjelang Rakornas Golkar.

"Kalau kita lihat gambaran di sini, melihat judul mendung menyelimuti ARB, kalau survei ini dianggap sebagai survei yang sahih, maka pengangkatan Aburizal Bakrie (sebagai capres) bukan hal yang sah," imbuh dia.

PWS memaparkan survei yang didanai lembaga itu sendiri pada 15 September - 15 Oktober 2012. Responden dijaring dengan metode multistage random sampling dari 33 provinsi di Indonesia dan didapatkan 1.070 responden. Metode pengumpulan data dengan wawancara tatap muka dengan panduan kuesioner. Margin of error adalah 3%.

Berikut hasil survei PWS ketika responden ditanya apakah mengenal atau minimal pernah mendengar nama-nama tokoh Golkar berikut:

1. Jusuf Kalla (95,88%)
2. Aburizal Bakrie (90,09%)
3. Priyo Budi Santoso (80,37%)
4. Akbar Tandjung (80,18%)
5. Fadel Mohamad (50,37%)
6. Agung Laksono (16,63%)
7. Hajriyanto Tohari (35,42%)
8. Sharif Cicip Sutardjo (31,96%)

"Kita bisa lihat Jusuf Kalla ada di posisi pertama yang paling dikenal responden. Yang unik adalah, posisi Priyo dan Akbar Tandjung sedikit lebih unggul Priyo. Ini dari sisi popularitasnya," kata Marsedes.

Kemudian ketika responden ditanya apakah suka dengan tokoh Golkar yang disebutkan, berikut hasilnya:

1. Jusuf Kalla (70%)
2. Priyo Budi Santoso (49,25%)
3. Aburizal Bakrie (45,6%)
4. Akbar Tandjung (40,54%)
5. Fadel Muhammad (35,6%)
6. Agung Laksono (32,89%)
7. Hajriyanto Y Tohari (23,64%)
8. Sharif Cicip Sutardjo (19,71%)

Kemudian jika pemilu digelar hari ini responden ditanya tentang siapa tokoh Golkar yang bakal dipilih, berikut hasilnya:

1. Jusuf Kalla (22,14%)
2. Aburizal Bakrie (16,35%)
3. Priyo Budi Santoso (12,24%)
4. Akbar Tandjung (11,21%)
5. Fadel Muhammad (9,81%)
6. Agung Laksono (4,48%)
7. Hajrianto Tohari (0,46%)
8. Sharif Cicip Sutardjo (0,09%)
9. Suara mengambang (18,83%)
10. Rahasia (4,39%)

"Kebanyakan belum bisa menentukan pilihan," tutur Marsedes.(bhc/dbs/rat)


 
Berita Terkait Pilpres 2014
 
Jelang Pilpres, Bang Yos 'Nyekar' ke Asta Tinggi
 
Bupati Gorontalo Minta Dahlan Gandeng Bupati Kutai Timur Kepilpres
 
Pilpres 2014, Jika Tanpa Jokowi Bukan Pemilu
 
Politisi Narsis, Jalankanlah Politik Etis
 
Jelang Pilpres 2014, Idham: Partai Tidak Mau Kalah Start
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]