Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Gaya Hidup    
 
Tapak Suci
Tapak Suci Milad ke-58 Tahun, Haedar Nashir Berikan 4 Pesan
2021-08-02 07:38:25

YOGYAKARTA, Berita HUKUM - Perguruan beladiri silat Tapak Suci Putra Muhammadiyah merayakan milad ke-58 tahun pada, Sabtu, (31/7). Menyampaikan tahniah, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir memberikan empat pesan kepada Tapak Suci.

"Milad sebagai momentum memperingati hari kelahiran bukanlah sekadar mengingat sejarah perjalanan Tapak Suci sebagai organisasi otonom Muhammadiyah, tetapi juga pada saat yang sama melakukan muhasabah, koreksi diri sekaligus juga maudhu'ah dan melakukan proyeksi ke depan tentang peran Tapak Suci Muhammadiyah untuk kemajuan Persyarikatan Muhammadiyah, kaum muslim, bangsa Indonesia bahkan umat manusia sedunia," katanya secara daring, Sabtu (31/7).

Pertama, Haedar berpesan agar Tapak Suci membawa semangat kemandirian dan marwah filosofi tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah.

"Artinya jadikan Tapak Suci ini menjadi gerakan beladiri yang memiliki potensi dan mengaktualkan potensi itu menjadi kekuatan organisasi yang mampu menjalankan fungsi dan perannya secara optimal," kata Haedar.

"Dengan semangat kemandirian, Tapak Suci harus menjadi organisasi otonom Muhammadiyah yang mampu mandiri dalam makna mengurus urusan sendiri, berdiri tegak di atas semangat berdikari, tetapi juga menjalin sinergi dan kebersamaan dengan seluruh organisasi otonom dan komponen yang ada di Persyarikatan Muhammadiyah bahkan dengan organisasi-organisasi lain di tanah air dan di mancanegara," pesan Haedar.

Kedua, Haedar mendorong Tapak Suci untuk terus berprestasi di ranah lokal, nasional dan global. Prestasi tidak semata dalam kompetisi olahraga, tapi kehadiran anggotanya yang menjadi teladan di masyarakat.

"Maka terus raih prestasi itu dan tidak kalah pentingnya prestasi itu ditunjukkan dari peran yang semakin dirasakan oleh masyarakat yakni mendidik generasi umat dan bangsa yang imannya kokoh, akhlaknya mulia, badannya taat dan baik serta memancarkan ihsan bagi kehidupan dalam bermuamalah duniawiyah dan peran-peran kader Tapak Suci secara keseluruhan," katanya.

Ketiga, Tapak Suci Muhammadiyah diharapkan Haedar menjadi kekuatan organisasi beladiri yang berkemajuan. Sebagai dasarnya, pandangan keagamaan Islam Berkemajuan beserta manhaj Tarjih harus dipahami oleh para anggota Tapak Suci.

"Yakni maju dalam peran-peran dakwah dan tajdid, prestasi, peran kebangsaan, keumatan, peran Persyarikatan bahkan dalam kehidupan global. Pahamilah pandangan Islam berkemajuan yang telah menjadi rujukan Muhammadiyah," tutur Haedar.

Keempat, Haedar berpesan agar di masa pandemi ini Tapak Suci terus melakukan ikhtiar yang inklusif dan berwawasan global yang disertai dengan kesadaran bahwa pandemi hanya akan bisa diatasi dengan kebersamaan dan persatuan dengan berbagai pihak.

"Maka pada titik inilah semangat mengglobal, semangat go internasional harus dilandasi oleh pemikiran-pemikiran Keislaman yang berkemajuan sekaligus juga memiliki wawasan kosmopolitanisme kesemestaan," pesannya.

"Maka kader, pimpinan Tapak Suci dan warga Muhammadiyah tidak (boleh) lagi terjebak pada sikap anti terhadap bangsa dan negara lain, juga anti terhadap golongan lain, tapi kita terus membangun li ta'arafu dengan berdasar pada prinsip-prinsip kehidupan kita di mana nilai-nilai agama ada yang harus kita pertahankan dalam dimensi akidah, ibadah dan iman-takwa tetapi tetap perluas pergaulan yang bersifat mu'amalah melintas batas dan negara," pungkasnya.(muhammadiyah/bh/sya)


 
Berita Terkait Tapak Suci
 
Tapak Suci Milad ke-58 Tahun, Haedar Nashir Berikan 4 Pesan
 
Muktamar XV Tapak Suci Putera Muhammadiyah: Pelopor Persatuan dalam Menjaga NKRI
 
Tapak Suci Putera Muhammadiyah, Kukuhkan Zulkifli Hasan Jadi Pendekar Kehormatan
 
Ribuan Pendekar Tapak Suci Siap Kawal Muktamar Muhammadiyah - 'Aisyiyah
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Untitled Document

  Berita Utama >
   
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]