Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Afghanistan
Taliban Memiliki Pemimpin Baru
Friday 31 Jul 2015 02:15:16

Pemerintah Afghanistan meningkatkan keamanan menyusul kabar kematian pemimpin Taliban, Mullah Omar.
AFGHANISTAN, Berita HUKUM - Sumber yang dekat dengan pemimpin Taliban Afghanistan mengatakan bahwa kelompok itu telah memiliki seorang pemimpin baru menyusul kematian pemimpin mereka Mullah Omar. Orang nomor dua di Taliban, Mullah Mansour kini menempati posisi tersebut.

Sumber yang dekat dengan BBC mengatakan bahwa penunjukkannya dapat menyebabkan kekecewaan tokoh-tokoh senior Taliban lainnya, termasuk para komandan militer.

Mereka menginginkan anak Mullah Omar yang menggantikan posisi ayahnya.

Selain itu mereka menuduh bahwa Mullah Mansour didukung oleh kelompok pro-Pakistan.

Menurut sumber Afghanistan, pemimpin Taliban itu meninggal dunia di sebuah rumah sakit di Karachi, Pakistan. Namun Pakistan selalu membantah bahwa Mullah Omar berada di negaranya.

Sementara itu, Pakistan menyatakan bahwa perundingan babak kedua antara kelompok-kelompok yang bertikai di Afghanistan tertunda atas permintaan pihak Taliban.

Kementerian luar negeri Pakistan menyatakan ini disebabkan ketidakpastian yang muncul menyusul laporan kematian Mullah Omar.

Perundingan babak pertama sendiri terjadi pada bulan Juli tahun lalu, diadakan di Islamabad, Pakistan.

Sejauh ini, tidak ada konfirmasi mengenai kematian Mullah Omar dari pihak Pakistan.

Sementara, Pemimpin Taliban Afghanistan, Mullah Mohammed Omar, telah meninggal dunia, demikian dinyatakan oleh pejabat Afghanistan. Namun hingga kini, Taliban belum berkomentar mengenai hal tersebut.

Sumber intelejen Afghanistan menyatakan bahwa sang pemimpin yang menyembunyikan diri itu telah meninggal dunia dua sampai tiga tahun lalu. Tak ada rincian mengenai apa yang terjadi padanya.

Juru bicara Taliban yang dihubungi oleh BBC mengatakan bahwa mereka akan segera mengeluarkan pernyataan mengenai hal ini.

Sebelum ini, telah ada beberapa laporan tentang tewasnya Mullah Omar.
Namun, inilah untuk pertama kalinya laporan ini dikonfirmasi oleh sumber terpercaya dalam lingkungan pemerintahan Afghanistan.

Mullah Omar memimpin Taliban sesudah kelompoknya berhasil berjaya dalam perang saudara menyusul penarikan pasukan Uni Soviet dari negara itu.

Kedekatannya dengan pemimpin Al-Qaeda, Osama Bin Laden, telah memicu serangan militer yang dipimpin oleh Amerika Serikat di tahun 2001, menyusul serangan pada tanggal 11 September di New York dan Washington DC.

Sejak itu, Mullah Omar hidup dalam persembunyian, dan Amerika Serikat menjanjikan hadiah US$10 juta bagi yang bisa menangkapnya.

Selama bertahun-tahun, Taliban mengedarkan berbagai pesan yang diakui berasal dari Mullah Omar dari tempat persembunyiannya.(BBC/bh/sya)


 
Berita Terkait Afghanistan
 
• Afghanistan: Eks Presiden Ghani Minta Maaf Kabur ke Luar Negeri Demi 'Selamatkan Kabul dan 6 Juta Penduduknya'
 
• Afghanistan: Qatar dan Turki Memberi Jalan Bagi Taliban untuk Unjuk Gigi di Panggung Dunia
 
• Kesepakatan Taliban dan Trump yang Menjadi Kunci Kelompok Ini Menguasai Kembali Afghanistan
 
• Afghanistan: Perang Selama 2 Dekade, Berikut Fakta-faktanya dalam 10 Pertanyaan
 
• Biden Janji Bantu Afghanistan secara Berkelanjutan di Tengah Penarikan Pasukan AS
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]