Aserna Irjen Pol. Dr. Gatot Eddy Pramono. M.SI yang juga menjabat sebagai Kasatgas Nusantara Polri membuka acara ini dengan memberikan" /> BeritaHUKUM.com - Tahun Politik, Butuh Penyejuk dari Tokoh Lintas Agama

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Pemilu
Tahun Politik, Butuh Penyejuk dari Tokoh Lintas Agama
2018-12-05 19:50:11

Narasumber dari Tokoh Lintas Agama Indonesia.(Foto: Dokpri DiaryAida)
JAKARTA, Berita HUKUM - Komisi Kerukunan Antar Umat Beragama Majelis Ulama Indonesia menggelar Seminar Nasional dengan tema "Peran Tokoh Lintas Agama di Tahun Politik".

Aserna Irjen Pol. Dr. Gatot Eddy Pramono. M.SI yang juga menjabat sebagai Kasatgas Nusantara Polri membuka acara ini dengan memberikan sambutan, dan pemaparan yang singkat mengenai keberagaman dan kemajemukan serta toleransi yang dimiliki oleh Bangsa Indonesia. Negara Indonesia memiliki ideologi yang sama yaitu Pancasila.

Dalam sila pertama "Ketuhanan Yang Maha Esa" dan sila ketiga "Persatuan Indonesia". Kedua sila ini menggambarkan Ideologi yang mencerminkan keberagaman Indonesia.

Pada tahun 2019 yang akan datang, Indonesia akan mengadakan pesta demokrasi yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Jika pada pemilu di tahun sebelumnya hanya memilih DPR RI, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten atau Kota. Di tahun mendatang, selain empat surat suara diatas, maka akan ditambah dengan satu surat suara lagi yakni Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. Pemilu akan dilakukan serentak di seluruh Indonesia pada tanggal 17 April 2019.

Dalam kesempatan yang sama, Gatot Eddy Pramono juga memaparkan bahwa "Peran Tokoh Lintas Beragama diharapkan sebagai Penyejuk di tengah panasnya tahun politik. Polri dalam hal ini bersikap netral dan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga dan menghindari konflik-konflik, serta merawat keberagaman agar terwujud pemilu damai tanpa ujaran kebencian, jelasnya, beberapa waktu lalu sebagaimana dilansir diaryaida888.blogspot.com.

Selain itu, Gatot Eddy Pramono juga menyampaikan tentang media sosial yang menjadi ancaman serius bagi kemajemukan dan toleransi antar masyarakat. Seperti halnya dengan maraknya penyebaran berita-berita tidak benar atau hoax.

Analisa kerawanan pemilu saat ini diharapkan dapat berjalan dengan baik dan terhindar dari kampanye hitam serta isu-isu dan berita-berita bohong yang berkembang dengan bersinergi untuk menghindari hal-hal yang dapat memecah belah , sehingga kerukunan antar umat beragama dan keberagaman bangsa tetap dapat terjaga", tandasnya.

Dalam Seminar Nasional ini, dihadiri oleh seluruh Majelis Keagamaan dari seluruh Indonesia diantaranya K.H Yusnar Yusuf, K.H As'ad Said Ali dari Majelis Ulama Indonesia, Romo Agustinus Ulahayanan dari Persatuan Gereja Indonesia (PGI), MPU Suhadi Sendjaja, Pdt Henriette L. Hutabarat-Lebang, Wayan Suyasa dari Perisada Hindu Dharma, Uung Sendana L Linggaraji dari Konghucu, Ketua Bawaslu Abhan, dan ketua KPU Arief Budiman.(bh/da/sya)


 
Berita Terkait Pemilu
 
• Usai Gugat ke MK, Mahfud MD dan Ari Yusuf Amir Adakan Pertemuan di Rumah Ketua MA?
 
• PKB soal AHY Sebut Hancur di Koalisi Anies: Salah Analisa, Kaget Masuk Kabinet
 
• Daftar Lengkap Perolehan Suara Partai Politik Pemilu 2024, Dan 10 Partai Tidak Lolos ke Senayan
 
• DPD RI Sepakat Bentuk Pansus Dugaan Kecurangan Pemilu 2024
 
• Nyaris Duel, Deddy Sitorus PDIP dan Noel Prabowo Mania saat Debat di TV Bahas Pemilu
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
• Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
• Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
• Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
• Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
• Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
• Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]