Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Gaya Hidup    
 
Media Sosial Twitter
Tahun Depan Twitter Bisa Diakses Tanpa Sambungan Internet!
Monday 16 Dec 2013 12:43:34

Ilustrasi,(Foto: Ist)
SINGAPURA, Berita HUKUM - Salah satu situs jejaring sosial Twitter memang saat ini lebih banyak diminati dari kompetitornya Facebook, namun kabarnya banyak pengguna Twitter di daerah terpencil yang tidak dapat mengakses situsnya karena tidak adanya sambungan internet. Menanggapi hal tersebut Twitter langsung bergerak cepat dan kini kabarnya layanan berlogo burung biru ini akan bisa diakses tanpa harus terhubung dengan internet.

Seperti yang dilansir dari CNET, Twitter dikabarkan sudah bekerjasama dengan sebuah startup yang berbasis di Singapura U2opia Mobile, agar layanannya itu bisa diakses lewat ponsel tanpa layanan data. Layanan ini dibuat untuk pengguna ponsel entry-level di negara berkembang yang selama ini kesulitan mendapatkan akses Internet.

Chief Executive dan Co-founder U2opia Mobile, Sumesh Menon mengatakan layanan ini rencananya akan diluncurkan pada kuartal pertama 2014. “Pengguna hanya perlu memasukkan kode sederhana untuk mendapatkan feed dari topik tren yang sedang populer di Twitter.”

U2opia menggunakan protokol telekomunikasi bernama USSD (Unstructured Supplementary Service Data) untuk menyediakan layanan tersebut, sehingga pengguna ponsel bisa mendapatkan update teks tanpa bisa melihat gambar, video atau grafis lainnya.

“USSD merupakan kendaraan yang kuat untuk Twitter karena Twitter didesain dengan karakter terbatas, ini adalah jejaring sosial yang sangat ditentukan teks,” kata Menon lagi.

Menon juga menambahkan bahwa delapan dari 10 orang di negara berkembang masih belum mengakses data internet melalui ponsel mereka. U2opia sendiri akan melokalisasi Twitter feed sesuai dengan lokasi pengguna. “Jadi seseorang di Paraguay pasti akan mendapatkan konten yang sangat sangat lokal ke pasar tersebut,” jelas Menon, seperti dikutip dari vibiznews.com.

Sebelumnya U2opia sudah pernah meluncurkan layanan serupa bernama Fonetwish, untuk membantu pengguna mengakses Facebook dan Google Talk di perangkat mobile tanpa koneksi internet. Layanan itu diklaim telah digunakan lebih dari 11 juta orang.

U2opia biasanya mendapatkan 30-40 persen dari tarif layanan Fonetwish yang dibayar pengguna ke operator telekomunikasi.(ldr/EY/vbn/vbz/bhc/sya)


 
Berita Terkait Media Sosial Twitter
 
Twitter akan PHK Massal Setelah Elon Musk Membelinya - Siapa Pucuk Pimpinan yang Dipecat?
 
Twitter Bekukan Akun Trump Secara Permanen, karena 'Bberisiko Memicu Kekerasan Lebih Lanjut'
 
Akun CEO dan Pendiri Twitter Jack Dorsey Diretas
 
Klarifikasi Soal Foto Ustadz Somad, tvOneNews Tepis Tuduhan pada Karni Ilyas
 
Twitter Menguji Batas Kicauan Maksimal 280 Karakter
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]