Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Editorial    
 
Tabrakan
Tabrakan Maut Kembali Terulang
Tuesday 10 Sep 2013 16:47:23

Tabrakan Maut, Telan Korban Jiwa dan Harta Benda (Foto : ist)
TABRAKAN MAUT Kembali terjadi, kali ini menimpa putra pemusik sohor negeri ini. Tragisnya, kejadian kali ini usia penabrak masih tergolong anak-anak. Dalam dekade beberapa tahun terakhir ini, sedikitnya ada tiga kali tragedi kejadian tabrakan maut yang menelan banyak korban dan banyak mendapat sorotan dari media masa.

Pertama, tabrakan maut di Tugu Tani sedikitnya 9 orang tewas, Kedua tabrakan maut yang melibatkan anak seorang menteri,sedikitnya 2 orang tewas, dan yang terakhir tabrakan yang melibatkan anak seorang pemusik, sedikitya 6 orang tewas.

Atas kejadian-kejadian tersebut, berbagai pandangan mengenai tragedi tabrakan maut, terus memenuhi media masa baik cetak, online, layar kaca, termasuk di jejaring media sosial, baik yang simpati maupun yang kontra sesuai dengan analisanya masing-masing.

Setelah mencermati pandangan dari berbagai kalangan, melalui komentar, diskusi diberbagai media dan jejaring social, sorotan yang paling tajam karena kejadian ini melibatkan kalangan kelas atas (menteri dan selebritis). Lemahnya penegakan hukum dinegeri ini, menjadi kekawatiran banyak pihak, hukum akan tumpul jika harus berhadapan dengan kalangan kelas atas tersebut.

Disamping itu, aturan penegakkan berlalu lintas, sangat kasat mata, begitu lemah, terlihat didepan kita. Tingkat kesadaran dan kedisiplinan dari warga masyarakat sendiri juga sangat memprihatinkan. Bagaimana seseorang yang dengan seenaknya saja melanggar rambu-rambu lalu lintas, pengendara motor yang melewati trotoar dengan seenaknya, dan itu dilakukan di jalan-jalan protokol, didepan aparat, tanpa ada rasa bersalah sedikitpun.

Kurang bijak, jika kita hanya saling tuding dan menyalahkan, satu sama lain, aparat menyalahkan warga masyarakat, dan warga masyarakat menyalahkan pihak aparat untuk hal-hal terkait kedisiplinan dan etika berlalu lintas di jalan raya. Yang terpenting justru dimulai dari diri kita masing-masing untuk senantiasa, berusaha mematuhi aturan-aturan yang ada, berkendaraan dengan tertib, dan disiplin dijalan raya.

Kejadian tabrakan maut yang sudah berulang kali seperti ini, harus menjadi bahan renungan bagi kita semua, betapa hebat dan mewahnya kendaraan yang kita pakai, kalau diri kita sendiri tidak bisa mengendalikan emosi, hawa nafsu, tidak disiplin, ugal-ugalan di jalan raya, keselamatan jiwa kita yang terancam.

Disisi lain, tragedi musibah dan bencana yang terus berulang seperti ini, bukan tidak mungkin ini adalah teguran dari Sang Maha Kuasa, karena kita selalu berbangga diri dengan kubangan kemaksiatan, teguran dan nasehat orang-orang disekitar kita, seolah diabaikan begitu saja.

Ketika kita berbangga diri dengan kemaksiatan, bukan saja kita sendiri dan keluarga yang akan menanggung akibatnya. Tetapi, orang - orang disekitar kita yang nota bene tidak tahu-menahu dengan kemaksiatan itu, juga akan terkena dampaknya pula. Semoga para keluarga korban diberikan kekuatan dan Ini saatnya kita Introspeksi dan bertobat sebelum terlambat.(*)


Share : Facebook |

 
Berita Terkait Tabrakan
Tabrakan Maut Kembali Terulang
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Polri dan Bea Cukai Membongkar Penyelundupan 600.000 Butir Pil Ekstasi
Program KUBE Butuh Penasihat Usaha
MKD DPR Tetap Akan Memproses Setya Novanto
Setelah 37 Tahun Berkuasa, Presiden Zimbabwe Robert Mugabe Mundur
Aparat Hukum Harus Buktikan Kasus Transfer Standard Chartered Rp19 Triliun
Yocie Gusman Plt Direktur Utama BJB Syariah Ditetapkan Tersangka
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Polri dan Bea Cukai Membongkar Penyelundupan 600.000 Butir Pil Ekstasi
Setelah 37 Tahun Berkuasa, Presiden Zimbabwe Robert Mugabe Mundur
Dipindahkan dari RSCM ke Rutan KPK, Setnov Pakai Rompi Orange dan Kursi Roda
Gubernur DKI Jakarta Gelar Apel Operasi Siaga Ibukota
Kasau: Indonesia Jaya Expo 2017 Kenalkan TNI AU Lebih Dekat dengan Masyarakat
Forum Alumni Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia Tolak Reklamasi Selamanya
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]