Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Eksekutif    
 
TNI
TNI Tampilkan Pesawat Tanpa Awak di HUT ke-74 TNI
2019-10-06 11:57:18

JAKARTA, Berita HUKUM - Di Hari Ulang Tahunnya yang ke-74, Tentara Nasional Indonesia (TNI) menampilkan pesawat terbang tanpa awak CH-4 di depan Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo, dengan kemampuan terbang jangkaun sekitar radius 1.500-2.000 km, dengan menggunakan bantuan satelit.

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P., didampingi Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa, Kasal Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, S.E., M.M., dan Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E., M.M. dihadapan awak media, usai upacara Parade dan Defile HUT ke-74 TNI tahun 2019, di Taxy Way Echo Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (5/10).

"Yang berbeda dengan tahun lalu adalah, adanya pesawat tanpa awak CH-4 yang telah di miliki TNI. Pesawat tersebut, ketika latihan gabungan TNI di Situbondo beberapa waktu lalu, sudah melaksanakan penembakan menggunalan rudal dan hasilnya sangat baik," tutur Panglima TNI.

Selanjutnya Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan, dalam perayaan Hari Ulang Tahun TNI ke-74 dilaksanakan secara normatif, mulai dari parade pasukan sampai dengan defile kendaraan-kendaraan tempur.

"Di hari HUT ke-74 TNI juga menampilkan banyak hasil produksi buatan Pindad, khususnya adalah kendaraan-kendaraan tempur, itu yang spesial pada hari ulang tahun ke-74 TNI hari ini," ucap Panglima TNI.

Panglima TNI juga menjelaskan bahwa, pesawat Boeing 737 ditampilkan untuk memonitor jalannya upacara HUT TNI, hasilnya bisa dilihat sendiri, apa yang terjadi di udara. "Kita tidak tahu, namun bisa di monitor oleh pesawat Boeing 737 dan ditampilkan dihadapan kita dengan real time," katanya.

Di sisi lain, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menjelaskan bahwa TNI menggelar kekuatan dalam rangka mendukung Polri di beberapa tempat, termasuk di Jayapura dan Wamena. "Tujuannya adalah memberikan kepercayaan kepada masyarakat yang ada di Wamena, dilaga, termasuk sipil," ujarnya.

"Stabilitas keamanan terus akan kita jaga, sehingga perekonomian di wilayah - wilayah tersebut dapat berjalan dengan baik. Itu yang kita upayakan dan sudah berkoordinasi dengan Menpupera, akan segera merehabilitasi gedung-gedung yang rusak termasuk akan dibangun hunian sementara untuk para pengungsi," jelasnya.

Terkait dengan logistik, Panglima TNI menyatakan bahwa tidak ada masalah, seperti bantuan kesehatan termasuk dapur lapangan, di Wamena semuanya berjalan dengan baik. Khusus di Wamena yang berada di Koramil, Kodim maupun Polsek masih ada sekitar kurang lebih 3.800 pengungsi. Sedangkan di Jayapura diperkirakan sekitar kurang lebih 8.600 pengungsi, tapi yang ada di penampungan, kurang lebih 3.500, sedangkan 5000 pengungsi ikut saudaranya yang ada di wilayah Jayapura.

"Dengan demikian banyak masyarakat Papua atau masyarakat pendatang menginginkan bahwa, permasalahan di Papua segera tuntas dan stabilitas keamanan juga bisa dikembalikan seperti sedia kala," imbuhnya.

Sementara itu, Presiden RI.H. Joko Widodo saat memimpin Upacara HUT ke-74 TNI dalam sambutannya, pemerintah akan meningkatkan anggaran pertahanan pada 2020. Paling sedikit, anggaran pertahanan akan dinaikkan menjadi Rp 131 triliun. "Alokasi anggaran pertahanan tahun 2019 sebesar Rp 121 triliun akan dinaikkan menjadi lebih dari Rp 131 triliun di tahun 2020," ujarnya.

Lebih lanjut Presiden RI Joko Widodo mengatakan, pemerintah akan terus berusaha untuk meningkatkan kesejahteraan dan fasilitas kerja bagi prajurit TNI. Selain meningkatkan anggaran, pemerintah juga mengupayakan kredit perumahan untuk prajurit hingga jangka waktu 30 tahun kedepan. "Pemerintah juga akan meningkatkan tunjangan kinerja TNI menjadi 80 persen di tahun 2020," katanya.(TNI/bh/sya)

Share : |

 
Berita Terkait TNI
TNI Tampilkan Pesawat Tanpa Awak di HUT ke-74 TNI
Anton Tabah Tegaskan Bendera Yang Dibawa Enzo Adalah Bendera Tauhid, Bukan HTI
TNI Kerahkan Pesawat Intai Strategis untuk Mencari Helikopter MI-17 di Papua
Panglima TNI: AUSINDO HLC Refleksikan Semangat Kebersamaan TNI dan ADF
57 Pati TNI Naik Pangkat
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Buku Merah: Polisi 'Semestinya' Tindak Lanjuti Temuan Investigasi IndonesiaLeaks
Masjid di Afghanistan Dibom Saat Shalat Jumat, Sedikitnya 62 Orang Tewas
Akbar Tanjung Komentari Sikap Politik Gerindra dan Demokrat Merapat ke Kubu Jokowi
Sulli: Perempuan yang Berani Memberontak terhadap Dunia K-pop
Polda Gelar Doa Bersama untuk Situasi Kamtibmas di Gorontalo
Polda Gorontalo Gelar Apel Kesiapsiagaan Jelang Pelantikan Presiden Dan Wakil Presiden
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Buku Merah: Polisi 'Semestinya' Tindak Lanjuti Temuan Investigasi IndonesiaLeaks
BW: Sejarah Mencatat KPK Resmi 'Dihabisi' di Era Jokowi
BEM SI Kembali Gelar Aksi Siang Ini Mendesak Jokowi Terbitkan Perppu KPK
Mungkinkah Prabowo Akan Jadi Penghianat Istana?
Utang Luar Negeri RI Makin Bengkak, Naik Jadi Rp 5.553,5 Triliun
Jelang Pelantikan Presiden, DPR RI Berlakukan Sistem 'Clearance'
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]