Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
TNI
TNI AL akan Bangun Pangkalan Kapal Selam di Teluk Palu
Saturday 11 Aug 2012 11:13:09

Kapal Selam TNI (Foto: ist)
PALU, Berita HUKUM - Komandan Pangkalan Angkatan Laut Palu Kolonel Boedi Utomo mengungkapkan rencana pembangunan pangkalan kapal selam di Teluk Palu. Boedi menyebut saat ini sidah tersedia lahan seluas 13 hektare.

"Tiga hektare merupakan hibah dari pemerintah provinsi," ujar Boedi dalam acara tarawih bersama warga di KRI Makassar.

Boedi menyebut salah satu alasan Teluk Palu dijadikan lokasi pangkalan kapal selam adalah karena teluk itu cukup strategis di nusantara.

Menurutnya, Teluk Palu memiliki lebar 10 kilometer dengan lingkar garis pantai sepanjang 68 kilometer.

"Kedalaman teluk ini mencapai 400 meter. Sangat strategis. Ini teluk paling dalam di antara teluk yang ada. Kapal induk saja bisa berlabuh. Di Singapura, hanya 25 meter sehingga tidak bisa dilewati kapal induk", katanya, sebagaimana seperti yang dirilis mediaindonesia.com pada Sabtu (11/8).

Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola meminta masyarakat di sekitar lokasi pembangunan pangkalan kapal selam di Watusampu untuk mendukung rencana tersebut.

"Semua ini untuk kita di Sulawesi Tengah. Sekarang kita sudah rasakan bagaimana KRI Makassar bisa berlabuh di sini sehingga kita bisa melihat langsung dan naik di atas kapal," kata Longki.

Pada Jumat (10/8) malam, ratusan masyarakat mengikuti salat tarawih bersama di atas kapal sepanjang 122 meter tersebut.

Menurut rencana, KRI Makassar yang berkapasitas muatan 22 tank dan tiga helikopter serta 700 personel tersebut akan bertolak ke Bitung pada Sabtu (11/8) siang.(mi/bhc/opn)


 
Berita Terkait TNI
 
• Pengemudi Mobil Plat TNI Palsu Cekcok dengan Pengendara Lain Jadi Tersangka Pasal 263 KUHP
 
• Jenderal Maruli Simanjuntak Resmi Jadi Kepala Staf TNI AD
 
• Meutya Hafid: Utut Adianto Pimpin Panja Netralitas TNI Komisi I
 
• Komisi I DPR RI Sepakat Jenderal Agus Subiyanto menjadi Panglima TNI gantikan Laksamana Yudo Margono
 
• Aspek Netralitas Akan Jadi Sorotan Komisi I dalam RDPU Visi-Misi Calon Panglima TNI
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
• Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
• Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
• Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
• Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
• Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
• Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]