Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Gaya Hidup    
 
Fashion
THE EXECUTIVE Ingin Jadikan Wanita Muslim Indonesia Lebih Berkarakter
Friday 06 Mar 2015 23:49:12

Koleksi-koleksi busana The Executive Muslimah.(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - THE EXECUTIVE merupakan salah satu label pakaian siap pakai terkemuka yang menunjang kebutuhan mode pria dan wanita. Koleksi yang ditawarkan pun beragam. Mulai dari busana kerja hingga busana kasual sehari-hari dengan menggunakan material berkualitas dan desain yang modern. Tak hanya itu, pilihan aksesori yang beragam yang juga dihadirkan oleh THE EXECUTIVE dapat menunjang penampilan para pemakainya untuk terlihat proffesional, stylish dan modern.

Melihat peluang pasar yang cukup besar terhadap busana muslim, salah satu label pakaian ready-to-wear terkemuka, The Executive, kini menyediakan pakaian muslim namun tetap dengan desain profesional dan modern.

Dikatakan Herry Prasetya, Marketing Communication Manager THE EXECUTIVE‎. Tahun ini, THE EXECUTIVE kembali berkolaborasi dengan tiga perancang busana muslim ternama di Indonesia pada ajang Indonesia Fashion Week 2015, untuk meluncurkan koleksi Lebaran 2015. Sebagai brand fashion ternama, partisipasi THE EXECUTIVE dalam kolaborasi ini mendukung penuh kemajuan fashion Indonesia dalam skala global.

“Masing-masing koleksi kolaborasi Lebaran 2015 ini memiliki tema yang berbeda-beda namun sama-sama bertujuan menjadikan penampilan para wanita muslim di Indonesia, yang dinamis lebih berkarakter dan tetap mengedepankan gaya." Jelas Herry beberapa waktu lalu.

Seperti pada ajang Indonesia Fashion Week 2014 lalu, The Executive memperkenalkan koleksi kolaborasi Lebaran 2014 dengan desainer busana muslim Indonesia. Tahun ini, The Executive kembali berkolaborasi dengan 3 Perancang busana muslim, Hannie Hananto, Jenahara, dan Ria Miranda.

“Memang seharusnya kita sebagai desainer harus berpikir jauh ke depan, kerja sama dengan garmen besar seperti The Executive saya dapat banyak pembelajaran. Saya membuat desain memang untuk wanita muslimah urban, garis-garisnya sederhana, didesain agar mudah bergerak,” ungkap Hannie Hananto, saat ditemui di konferensi pers The Executive, di Jakarta.

Hannie juga menambahkan, kolaborasi yang sedang dia jalani ini tidak memiliki kendala yang berarti. Dengan mengusung tema arquitectura yang fokus pada desain minimalis dan modern serta dengan perpaduan warna putih, hitam, dan abu-abu, Hannie berharap dapat diterima oleh masyarakat khususnya pelanggan setia The Executive.

Berbeda dengan Hannie, Jenahara lebih mengusung tema safari atau adventural. “Warnanya lebih ke olive, krem, print kayak zebra print tapi ngga hitam putih. Lebih ke safari look. Kita mau menampilkan yang berbeda. Simple tapi tetap elegan,” papar Jenahara.

Jenahara juga mengaku tidak memiliki kesulitan ataupun kendala dengan proyek kolaborasi ini. Apalagi, menurut dia, The Executive memiliki visi misi dan konsep yang kurang lebih sama dengan dirinya.

Ria Miranda juga mengungkapkan bahwa The Executive banyak membantu dirinya dalam memberikan masukan ilmu. “Ria mengeluarkan koleksi yang berbeda dengan koleksi sebelumnya. Untuk warna, putih, krem, dan warna tanah. Cuttingan-nya lebih feminin. The Executive sangat banyak membantu memberi masukan ilmu baru, karena ritel besar juga kan,” ujar dia.

Ketiga desainer muslimah muda berbakat ini berharap agar dapat tetap bekerjasama dengan The Executive, sehingga mereka dapat terus mengeksplor kemampuan dan berharap agar karya mereka tetap bisa diterima oleh masyarakat. Sejumlah koleksi hasil kolaborasi mereka dengan The Executive akan diluncurkan pada pertengahan Juni di 7 kota besar dengan 40 stores.(bhc/yun)


 
Berita Terkait Fashion
 
• Pengusaha Batik Besurek di Bengkulu Bertahan di Tengah Gempuran Zaman
 
• 10 Sekolah Fashion Ternama Indonesia di Grand Final You C1000 Fashion dan Make Up Contest
 
• Desainer Indonesia Siap Pamerkan Kain Nusantara di Paris
 
• Resmi Dibuka, Muffest 2019 Targetkan Transaksi Rp 45 Miliar
 
• Muffest 2019, Gaungkan Identitas Busana Muslim Indonesia
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]