Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Pemilu 2014
Survei LKP: Prabowo-Hatta 48 % Vs Jokowi-JK 42 %
Sunday 06 Jul 2014 22:23:40

Ilustrasi. Kampanye Capres & Cawapres No 1 Prabowo-Hatta di GBK dan di Bali.(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Masa kampanye Pilpres 2014 telah usai, hari pencoblosan, Rabu, 9 Juli tinggal esok lusa, lagi-lagi Lembaga Survei kali ini mengeluarkan rilis hasil kemenangan kepada pasangan Capres No 1 Prabowo-Hatta. Survei yang digelar Lembaga Klimatologi Politik (LKP) terhadap 1240 responden di 33 Provinsi pada 19 - 30 Juni, menunjukan bahwa elektabilitas pasangan Prabowo Subianto - Hatta Rajasa lebih tinggi dari Joko Widodo (Jokowi) - Jusuf Kalla (JK).

Direktur Eksekutif LKP, Usman Rachman, dalam pemaparannya di hotel Grand Menteng, Matraman, Jakarta Timur, Minggu (6/7) mengatakan bahwa elektabilitas Prabowo - Hatta mencapai 48,5 persen, sedangkan elektabilitas Jokowi - JK mencapai 42,3 persen, dengan undecided voters atau kelompok yang belum menentukan pilihan sebanyak 9,2 persen.

"Kalau pemilu digelar hari ini, maka yang menang adalah Prabwo - Hatta," katanya.

Pada survei yang dibiayai alumni jurusan Hubungan Internasional, Universitas Jayabaya itu diketahui elektabilitas Prabowo - Hatta dapat mengungguli karena mesin partai politik pendukung pasangan nomor urut 1 itu lebih berfungsi ketimbang pasangan nomor urut 2.

"Bergeraknya mesin Partai Demokrat dalam memberikan dukungan kepada pasangan Prabowo - Hatta juga mempengaruhi," ujarnya.

Pengaruh dari mesin partai itu menurutnya juga membuat elektabilitas Jokowi - JK cenderung stagnan, setelah awalnya sempat memimpin.

Sementara, Usman juga menjelaskan, ada tiga faktor utama yang membuat elektabilitas Prabowo-Hatta lebih unggul dari Jokowi-JK.

"Pertama, mesin politik partai-partai pendukung pasangan Jokowi-Kalla tidak bekerja secara optimal kecuali mesin PDIP," imbuhnya.

Kedua, Usman memaparkan, penilaian terhadap Prabowo relatif lebih baik dalam serial debat yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan dipancarluaskan berbagai stasiun televisi.

"Dan yang ketiga, mulai bergeraknya mesin Partai Demokrat dalam memberikan dukungan kepada pasangan Prabowo-Hatta," katanya.

Survei ini dilaksanakan tanggal 19-30 Juni 2014 di 33 Provinsi seluruh Indonesia. Jumlah sample sebesar 1.240 responden, dengan margin of error sebesar 2,8% dengan tingkat kepercayaan 95%.(gus/tbn/inilah/bhc/sya)


 
Berita Terkait Pemilu 2014
 
Sah, Jokowi – JK Jadi Presiden dan Wakil Presiden RI 2014-2019
 
3 MURI akan Diserahkan pada Acara Pelantikan Presiden Terpilih Jokowi
 
Wacana Penghapusan Kementerian Agama: Lawan!
 
NCID: Banyak Langgar Janji Kampanye, Elektabilitas Jokowi-JK Diprediksi Tinggal 20%
 
Tenggat Pendaftaran Perkara 3 Hari, UU Pilpres Digugat
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]