Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Iran
Surat Rahasia Obama untuk Ali Khamenei
Sunday 09 Nov 2014 01:01:30

Presiden Amerika Serikat, Barack Obama dan Ayatollah Ali Khamenei.(Foto: twitter)
WASHINGTON, Berita HUKUM - Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama secara diam-diam menulis sepucuk surat kepada pemimpin tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei. Isinya adalah permohonan untuk turut memerangi milisi Daulah Islamiyah di Irak dan Suriah.

Surat itu agaknya ditujukan untuk menopang kampanye melawan Daulah Islamiyah alias ISIS. Obama juga ingin mendorong pemimpin tertinggi agama Iran tersebut untuk mempertimbangkan kesepakatan nuklir.

Obama menekankan bahwa kerja sama menyangkut urusan Daulah Islamiyah bergantung kepada kesediaan Iran mencapai perjanjian komprehensif dengan pelbagai kekuatan dunia terkait masa depan program nuklir.

Surat yang dibuat pada pertengahan Oktober itu setidaknya menjadi korespondensi keempat dengan Ali Khamenei sejak ia menjabat pada 2009.

Melalui surat-menyurat itu, terlihat bagaimana Obama memandang Iran sebagai pihak penting dalam kampanye militer dan diplomatiknya untuk mendesak Daulah Islamiyah keluar dari kawasan pendudukannya.

Surat Obama pun berupaya meredakan keprihatinan Iran mengenai masa depan Presiden Suriah Bashar Assad, sekutu dekat Teheran. Terdapat bagian surat yang menyebutkan bahwa operasi militer AS di Suriah tidak menargetkan Assad atau pasukan keamanannya.

Presiden Obama dan para pejabat senior AS dalam beberapa hari terakhir telah menetapkan peluang kesepakatan dengan Iran sebesar 50-50. Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, siap untuk memulai perundingan langsung intensif perihal masalah nuklir dengan Menteri Luar Negeri Iran, Javad Zarif.

“Terdapat sejumlah besar elite politik [Iran] yang meniti karier berkat [sikap] anti-Amerika,” ujar Obama dalam jumpa pers di Gedung Putih, Rabu, mengenai kepemimpinan Iran. “Masih belum jelas apakah mereka akan menyatakan kesepakatan.”

Terkait dengan sensitivitas diplomasi Iran, Gedung Putih tidak mengungkap surat Obama tersebut kepada para sekutunya di Timur Tengah—negara-negara seperti Israel, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Para pemimpin dari negara-negara tersebut telah menyuarakan keprihatinan bahwa AS mulai melemahkan tuntutan dalam pembicaraan nuklir dengan Teheran. Mereka cemas bahwa kesepakatan tersebut dapat memungkinkan Iran memiliki kapasitas menghasilkan senjata nuklir pada masa mendatang.

Para pemimpin Arab pun khawatir bahwa rekonsiliasi Washington dengan Teheran dapat berakibat buruk bagi kepentingan ekonomi dan keamanan mereka di Timur Tengah. Para pemimpin tersebut menuding bahwa AS telah menyembunyikan tali diplomatiknya dari mereka.(wsj/bhc/sya)



 
Berita Terkait Iran
 
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
 
Iran siapkan hadiah Rp 950 miliar bagi siapapun yang bisa bunuh Donald Trump dan Benjamin Netanyahu
 
Israel Bujuk AS Batalkan Perjanjian Nuklir Iran
 
Baru Dilantik, Presiden Iran Ebrahim Raisi Hadapi Ujian Dini
 
Iran Minta Indonesia Jelaskan Alasan Penyitaan Kapal Tanker yang Dituduh Melakukan Transfer Minyak Ilegal'
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]