Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Aceh
Sufaini Syekhy Ketua AAA Beri Apresiasi Pemerintah Pusat terkait Penyelesain Din Minimi
Saturday 02 Jan 2016 14:39:34

Ilustrasi. Tim Acehnese Australia Association (AAA) mengunjungi markas Din Minimi di pedalaman Aceh Timur.(Foto: BH/kar)
JAKARTA, Berita HUKUM - Sufaini Usman Syekhy Ketua Acehnese Australia Association (AAA) berikan apresiasi pada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso, karena berhasil menyelesaikan masalah kelompok Abu Din Minimi (kelompok bersenjata eks tentara aceh).

Abu Din Minimi adalah gerakan untuk menuntut keadilan kepada pemerintah Aceh dibawah rezim Gubernur Zaini Abdullah dan wakilnya Muzakir Manaf, namun bukan gerakan yang melawan TNI dan Polisi atau aparatur negara. Anehnya kelompok Abu Dinmini ini selalu diburu oleh Polda Aceh hingga dikepung diberbagai tempat.

Menurut, Sufaeni ketua AAA, solusi terbaik dalam menghadapi persoalan Din Minimi ini agar bisa diselesaikan adalah dengan mengedepankan dialog-dialog terbuka.

"Dan kami meminta pemerintah dibawah Zikir (Zaini dan Muzakir) mau bersedia membuka pintu dialog, namun sering mengalami jalan buntu. Hingga akhirnya, Polda Aceh dan jajarannya terus mengepung kelompok Din Minimi," ungkapnya, pada pewarta pada, Sabtu (2/1).

Atas nama Acehnese Australia Association, lanjutnya, pihaknya tidak akan henti-hentinya untuk mengupayakan supaya masalah Din Minimi bisa selesai dengan cara-cara dialog dan diskusi yang baik, yang pada akhirnya agar pemerintah pusat dibawah naungan kepala BIN, Sutiyoso, dapat melakukan diplomasi yang menghasilkan kesepakatan antara Din Minimi dan pemerintah pusat.

"Agar pemerintah pusat juga bisa memenuhi tuntutan-tuntutan dari Din Minimi dan Din Minimi juga sudah menyerahkan senjata-senjata yang mereka miliki kepada bapak Sutiyoso, yang disaksikan oleh Joha Cristensen bule," tutup Syekhy.(bh/bar)


 
Berita Terkait Aceh
 
Dapil 1 di Aceh Besar Banda Aceh Tgk. Mustafa Pecah Telor Hantar Wakil PDI-Perjuangan
 
Hina Rakyat Aceh Secara Brutal, Senator Fachrul Razi Kecam Keras Deni Siregar
 
Eks Jubir GAM Yakin Aceh Aman Jelang HUT GAM dan Pemilu 2019
 
Mendagri: Jangan Menyudutkan yang Berkaitan dengan Dana Otsus
 
Wabup Aceh Utara Minta Masyarakat Gunakan Hak Pilih
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah
Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit
Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional
Sinyal keterlibatan Menhut Raja Juli dalam kasus korupsi Bupati Kuansing Suhardiman Amby
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]