Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Peradilan    
 
Samarinda
Sudah 4 Kali Jaksa Tidak Hadirkan Terdakwa, Hakim PN Samarinda Ancam Panggil Paksa
2018-05-21 10:03:46

Ilustrasi. Gedung kantor PN Samarinda.(Foto: BH/gaj)
SAMARINDA, Berita HUKUM - Ketia majelis hakim dalam sidang kasus pidana dan perdata atas terdakwa Chunda Lamma Sirata yang terjerat kasus penipuan dan penggelapan yang saat ini bergulir di Pengadilan Negeri Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) merupskan suatu dilemah yang membuat majelis hakim yang diketuai Decky Velix Wagiju mengancam akan melakukan panggilan paksa agar bisa hadir di Persidangan.

Terdakwa Chunda Lamma Sirata dalam kasus pidana atas dugaan penipuan dan penggelapan yang di giring Jaksa Penuntut Umum (JPU) Bayu Permadi, SH dinyatakan hakim sudah 4 kali tidak dapat menghadirkan terdakwa, dan yang selama ini tidak di tahan di Rutan ke permukaan sidang.

Dikonfirmasi di PN Samarinda pada, Rabu (16/5) Hakim Decky Velix Wagiju mengatakan sidang terhadap terdakwa Chunda Lamma Sirata kembali di tunda yang ke 4 kalinya, karena JPU tidak dapat menghadirkan terdakwa, terangnya.

"Sudah 4 kali JPU tidak bisa menghadirkan terdakwa di persidangan karena selama ini terdakwa tidak di tahan, kami akan melakukan panggil paksa untuk bisa hadir di persidangan," ujar Hakim Decky.

Upaya panggil paksa, terang Hakim Decky terlebih dahulu akan dibicarakan dengan JPU, karena terdakwa pernah datang namun karena ada hakim yang sidang di Tipikor jadi sidangnya di tunda.

Ketika di tanya pewarta, adakah kemungkinan terdakwa akan di tahan untuk memudahkan jalanan persidangan, hakim Decky mengatakan hal tersebut bisa terjadi, ucapnya.

Jaksa Penuntut Umum Bayu Permadi di konfirmasi pewarta BeritaHUKUM.com pada, Rabu (16/5) mengatakan, tertundanya sidang Chunda Lamma Sirata ke empat kalinya membuat dirinya pusing menghadapinya, karena terdakwa yang juga tidak di tahan.

"Saya juga pusing menghadapi kasus ini karena terdakwa tidak di tahan, sudah 4 kali terdakwa tidak memenuhi panggilan sidang, jadi bagus juga kalau dia di tahan untuk kelancaran sidang, penasihat hukumnya juga ke Makassar jadi apa petunjuk majelis hakim akan kita laksanakan," ujar JPU Bayu.(bh/gaj)


Share : |

 
Berita Terkait Samarinda
Demo Jamper Tuntut Kajari Tuntaskan Tunggakan Kasus dan Kembalikan Aset Komura
Sudah 4 Kali Jaksa Tidak Hadirkan Terdakwa, Hakim PN Samarinda Ancam Panggil Paksa
Jumat Besok PN Eksekusi Tanah dan Bangunan di MT Haryono Samarinda
Permohonan Kasasi Faridah Dikabulkan, Para Tergugat Diharuskan Membayar Uang Paksa (Dwangson)
Korupsi Perjalanan Dinas Sekwan Kukar, Jaksa Hadirkan 3 Saksi
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Pembangunan Jembatan dari Dana Desa Dorong Ekonomi Masyarakat Semakin Baik
Masuki Tahun Politik, Perlunya Persatuan antar-Elemen Bangsa
Helikopter TNI Dauphin HR-3601 Onboard KRI Usman Harun-359 di Laut Mediterania
Petugas BLH Cepat Tanggap Demi Kaur Bersih dan Indah
Rencana Pembongkaran Masjid di Cina oleh Aparat 'Mengancam Perdamaian'
Lombok Gempa Berulang, Legislator Minta Jadikan Bencana Nasional
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Lombok Gempa Berulang, Legislator Minta Jadikan Bencana Nasional
Ketua DPR Berharap Asian Games Rekatkan Persaudaraan Negara-negara Asia
Demi Sang Merah Putih Berkibar Aksi 'Heroik' Anak SMP di Atambua Panjat Tiang Bendera
Yusril Ihza Mahendra: PBB Tidak Akan Netral di Pilpres 2019
Desa Air Long Membangun Gudang Desa dari Program Dana Desa
Komjen Pol Syafruddin Dilantik Menjadi Menteri PAN-RB Gantikan Asman Abnur
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]