Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Muhammadiyah
Soal Integritas, Muhammadiyah Tidak Perlu Diragukan
2018-11-28 11:28:52

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Busyro Muqoddas.(Foto: Istimewa)
YOGYAKARTA, Berita HUKUM - Sebagai wadah pengkaderan calon pemimpin masa depan, Muhammadiyah adalah tempat ideal untuk proses penggemblengan dan belajar guna menanamkan integritas bagi para penerus estafet kepemimpinan Indonesia di masa medatang.

Dikatakan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Busyro Muqoddas, karena integritas kebangsaan di Muhammadiyah bukan hanya diteorikan, melainkan sudah dilaksanakan dalam bentuk konkrit.

Hal tersebut disampaikan oleh Busyro pada Selasa (27/11) di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Persoalan integritas dalam Muhammadiyah bukan menjadi hal baru. Jika Pemuda Muhammadiyah mengangkat tema tersebut dalam seminar di salah satu rangkaian acara Muktamar nya yang ke XVII.

"Pembahasan seperti ini sama saja dengan kita mengenang masa lalu perjuangan Muhammadiyah melalui tokoh-tokoh yang telah dengan ikhlas mewakafkan segenap tenaga, pikiran dan hartanya untuk Indonesia," tambah Busyro.

Peran para tokoh Muhammadiyah turut meletakkan dasar negara yang digunakan sebagai asas dalam menjalankan perputaran roda negara dan bangsa Indonesia. Mengutip kisah Ki Bagus Hadikusumo, Busyro menerangkan sikap politik yang Ki Bagus terapkan adalah politik subtstansial bukan transaksional. Hal tersebut terlihat berbeda dengan sikap politik yang diterapkan politikus sekarang.

"Muhammadiyah bukan tidak berpolitik. Tapi politiknya adalah politik tingkat tinggi, bukan politik pragmatis yang banyak dianut oleh kebanyakan saat ini," tegas Busyro.

Berbicara integritas di Muhammadiyah sebenarnya sudah bukan lagi hanya di retorika. "Kita tidak perlu membantahnya dengan teriakan-teriakan pengakuan, cukup mereka belajar sejarah terbentuknya bangsa ini saja," tuturnya.

Mengenai karut-marutnya perjalanan politik bangsa saat ini, Busyro menganggap bahwa para politikus sekarang kurang mengetahui tentang makna integritas kebangsaan. Mereka hadir dalam percaturan politik nasional maupun daerah melalui jalur-jalur instan. Hal tersebut tidak berlaku di Muhammadiyah.

"Karena melalui pengkaderan berjenjang di Muhammadiyah, bisa menciptakan politikus dengan integritas kebangsaan yang tinggi," ucapnya

Modal pengkaderan yang didapatkan di Muhammadiyah kemudian bisa diterapkan di level kepemimpinan di luar Muhammadiyah. Sehingga dampak dari kuatnya karakter kepemimpinan para kader Muhammadiyah bisa dirasakan oleh bangsa dan negara Indonesia.

Dipenghujung orasi ilmiahnya, Busyro berpesan kepada generasi muda Muhammadiyah dan Indonesia pada umumnya untuk bisa mendidik diri sendiri dan orang lain guna menyiapkan penerus estafet tampuk kepemimpinan bangsa di masa mendatang.(a'n/muhammadiyah/bh/sya)

Share : |

 
Berita Terkait Muhammadiyah
Pasca Pemilu, Muhammadiyah Memandang Perlunya Rekonsiliasi Nasional untuk Tegaknya Kedaulatan dan Persatuan Indonesia
Haedar Sampaikan Rahasia Muhammadiyah Dapat Bertahan di Usia Satu Abad Lebih
Muhammadiyah Membangkitkan Kembali Kesadaran Beragama yang Mencerahkan
Terkait Pernyataan Ketum PBNU, Haedar Nashir: Indonesia Milik Semua, Kedepankan Meritrokrasi
Ketum PP Muhammadiyah, Haedar: Ta'awun Merupakan Ajaran Inklusinya Agama Islam
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Real Count C1 TPS oleh BPN Sudah 600 Ribu Lebih, Prabowo-Sandi Menang 62 Persen
Pasca Pemilu, Muhammadiyah Memandang Perlunya Rekonsiliasi Nasional untuk Tegaknya Kedaulatan dan Persatuan Indonesia
Gus Fahrur: Siapapun Presiden Terpilih Harus Kita Hormati dan Dukung
Quick Count Jangan Jadi Alat Proganda Memframing Angka Hasil Real Count yang akan Dihitung KPU
Rizal Ramli: Kita Sepakat Pilpres, Tetapi Bila Super Curang Artinya Menantang People Power
Prabowo: Saya Akan Jadi Presiden Untuk Semua Rakyat, Termasuk Pendukung Jokowi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Prabowo: Saya Akan Jadi Presiden Untuk Semua Rakyat, Termasuk Pendukung Jokowi
Warisan Yang Akan Ditinggalkan Prabowo Untuk Indonesia
Prabowo Resmikan Masjid Nurul Wathan yang Dibangunnya
Fahri Hamzah Tegaskan Pentingnya Independensi Lembaga Perwakilan
Langkah KPK Membantarkan Kasus Suap Romahurmuziy Dinilai Misterius
Timsus Unit 2 Subdit 3 Resmob PMJ Menangkap Nenek Penculik Anak di Bekasi
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]