Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Reshuffle
Sikap PKS Tunggu Reshuffle Tuntas
Tuesday 18 Oct 2011 16:18:05

Massa pendukung PKS dalam kampanye 2009 lalu (Foto: Ist)
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Sikap Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dapat dikatakan belum bisa tenang, mengingat reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II belum tuntas dilaksanakan Presiden SBY. Namun, partai ini sudah pasang ancang-ancang menyerang, bila SBY mengurangi jatah menterinya.

"Presiden SBY memang memiliki hak prerogatif. Tapi PKS juga mengingatkan hak prerogatif itu diambil (SBY nanti), juga akan ada risiko-risikonya," kata anggota Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid di gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (18/10).

Untuk itu, lanjut dia, Presiden SBY harus mempertimbangkan keputusan untuk merombak posisi menteri dengan melihat kontrak koalisi yang telah disepakati. Namun, PKS masih menunggu pernyataan SBY untuk mengambil sikap terhadap reshuffle ini. "Kami berharap keputusan itu betul-betul mempertimbangkan keseluruhan koalisi, kontrak koalisi yang memang telah ditandatangani bersama antara presiden dan mitra-mitra koalisi," jelasnya.

Sementara petinggi PKS lainnya, Salim Segaf Aljufrie menyatakan, pihaknya belum menetapkan keputusan apakah akan tetap berada di dalam koalisi atau hengkang dari koalisi. Pasalnya, mereka masih menunggu pengumuman hasil reshuffle kabinet yang akan disampaikan Presiden SBY malam ini.

"Kami belum mengambil sikap. PKS masih menunggu tanggal mainnya saja. Kami tunggu pengumumannya malam ini. Tapi hingga saat ini, PKS tetap berkomitmen dalam parpol koalisi," ungkap Salim Segaf.

Dalam kesempatan terpisah, Ketua DPP Partai Golkar, Priyo Budi Santoso mengatakan, partainya tidak mau dipusingkan dengan proses reshuffle yang masih dilakukan Presiden SBY. Pihaknya takkan mempermasalhkan kalau menterinya dikurangin atau ditambah.

“Itu hak prerogatif presiden. Golkar hanya bisa pasrahkan kepada presiden. Andaikan Golkar dapat tambahan atau tidak, atau tetap, atau dikurangi, kami takkan pernah mempermasalahkannya. Golkar pasrahkan saja kepada presiden," kata Priyo.

Mengenai isu pencopotan Menkokesra Agung Laksono, lanjut Priyo, Golkar juga pasrah. Apa pun keputusan presiden akan dierima Golkar. "Itu baru sebatas rumor yang beredar. Sudahlah, kami percayakan siapa pun yang diputuskan dan harus terima dengan baik," jelas dia.

Namun, Priyo merasa yakin bahwa kader Partai Golkar yang berada di kabinet tidak akan dicopot. Alasannya, hingga saat ini menteri dari Golkar tidak memiliki masalah. "Pastinya kami menunggu pengumuman resmi Presiden. Tapi kinerjanya menteri-menteri Golkar baik-baik saja," tandas Ketua DPP Partai Golkar ini.(inc/rob)


 
Berita Terkait Reshuffle
 
Presiden Lantik Menteri dan Wamen Kabinet Indonesia Maju
 
Jika Reshuffle Acuannya Kontroversi, Tiga Menteri Ini Layak Diganti
 
Bongkar Pasang Menteri Kabinet Jangan Sampai Timbulkan Polemik
 
Azis Syamsuddin Berharap Sosok Muda yang Matang dalam Kabinet
 
Indonesia Butuh Sosok Abdul Mu'ti
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]