Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Muhammadiyah
Siap-siap, Museum Muhammadiyah Bakal Dibuka Bulan November
2020-07-24 15:34:55

Museum Muhammadiyah.(Foto: Istimewa)
YOGYAKARTA, Berita HUKUM - Terkait dengan agenda Muktamar yang mundur karena pandemi, Muhammadiyah juga memutuskan untuk mengundurkan jadwal peresmian Museum Muhammadiyah dari bulan Juni 2020 menjadi November 2020.

Digagas sebagai etalase sejarah dan dinamika pergerakan dakwah pencerahan Muhammadiyah di masa lalu, masa kini dan rencana Muhammadiyah di masa yang akan datang, Museum Muhammadiyah akan dibuka untuk umum dengan membawa wajah baru bagi museum modern yang edukatif, rekreatif, berbasis teknologi virtual-digital sekaligus ramah anak, perempuan dan difabel.

"Akan banyak mengadopsi teknologi modern untuk memvisualisasikan museum. Semua teknologi yang dikembangkan oleh anak bangsa sendiri," ujar Tim Ahli Museum Muhammadiyah Aris Winarno dalam Covid Talk, Selasa (21/7).

Terletak di kompleks kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, museum setinggi 5 lantai yang pembangunannya dimulai pada 2017 dengan peletakan batu pertama oleh Presiden RI Joko Widodo, akan mengusung misi besar Muhammadiyah merebut tafsir sejarah.

Ketua PP Muhammadiyah Dadang Kahmad menyatakan dinamika perjuangan Muhammadiyah sejak 1912, termasuk keterlibatan Muhammadiyah dalam berbagai momen penting nasional harus dirawat agar generasi yang akan datang dapat melihat Muhammadiyah secara utuh.

"Perjalanan panjang Muhammadiyah menorehkan sejarah penuh dengan perjuangan yang luar biasa. Melahirkan karya-karya monumental yang hari ini bisa kita rasakan dalam bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dan lain-lain, termasuk dalam bidang literasi Suara Muhammadiyah (majalah tertua di Indonesia) masih hidup," jelas Dadang pada kesempatan terpisah, Senin (20/7).

"Museum ini menjadi bukti yang tak terbantahkan tentang perjuangan Muhammadiyah selama 100 tahun lebih dalam kiprahnya memajukan, mencerdaskan, dan mensejahterakan Indonesia yang sampai hari ini seperti sekarang, perjuangan melawan Covid luar biasa, tidak ada tandingannya dengan organisasi lain, kita yang terdepan," imbuhnya.

Selain mengusung tema yang akan terus diperbarui dalam periode waktu tertentu sehingga tidak membosankan, Museum Muhammadiyah selain menampilkan perjuangan Muhammadiyah di tingkat daerah, nasional hingga sebarannya di 24 negara, juga memberikan fasilitas bagi para akademisi yang melakukan penelitian hingga kelompok kesenian yang ingin berkreasi.(afn/muhammadiyah/bh/sya)


 
Berita Terkait Muhammadiyah
 
Siap-siap, Museum Muhammadiyah Bakal Dibuka Bulan November
 
Idul Adha: Muhammadiyah Dorong Kurban untuk Ketahanan Pangan dan Ekonomi Berkelanjutan
 
Ciri Muhammadiyah Berdaulat Melakukan Amar Ma'ruf Nahi Munkar Secara Cerdas dan Jernih
 
Utang Pemerintah Indonesia ke Muhammadiyah Capai Rp 1,2 Triliun
 
Refleksi Akhir Tahun 2019, PW Muhammadiyah Gorontalo Gelar Konfrensi Pers
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Demo Ciptaker, BEM SI Ultimatum Jokowi untuk Terbitkan Perppu dalam 8x24 Jam
Setahun Jokowi-Ma'ruf, Indef: Pembangunan Infrastruktur Salah Perencanaan dan Wariskan Utang Rp 20,5 Juta Per Penduduk RI
Pasal-pasal Oligarkis yang Penuh Konflik Kepentingan Pebisnis Tambang dan Energi Kotor di UU Cipta Kerja
Polisi: Diduga Cai Changpan Memilih Bunuh Diri karena Terdesak
Siap Demo Besar- besaran, 5 Ribu Mahasiswa Bakal Kepung Istana Besok
UU Cipta Kerja: Mendobrak Kelambanan Birokrasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Demo Ciptaker, BEM SI Ultimatum Jokowi untuk Terbitkan Perppu dalam 8x24 Jam
Setahun Jokowi-Ma'ruf, Indef: Pembangunan Infrastruktur Salah Perencanaan dan Wariskan Utang Rp 20,5 Juta Per Penduduk RI
Sudah Siapkan Koper, Akankah Din Syamsuddin Ditangkap?
PKS Sesalkan UU ITE Dijadikan Dasar Penetapan Tersangka Aktivis KAMI
Indonesia Masuk Top 10 'Tukang Utang', Iwan Sumule: Kalau Kata Jokowi, Masih Lebih Baik Dari Negara Lain
Presidium KAMI Harus Turun Tangan Membela 3 Petinggi KAMI Yang Ditangkap Polisi
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]