Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Irak
Seribu Rudal Antitank AS Dikirim ke Irak
Friday 22 May 2015 08:11:12

Perlindungan AS dari udara kepada milisi Syah dengan syarat mereka di bawah komando pemerintah Irak. Milisi Syiah dikerahkan untuk merebut kembali kota Ramadi dari tangan ISIS.(Foto: Istimewa)
BAGHDAD, Berita HUKUM - Militer Amerika Serikat mengatakan mengirimkan seribu rudal antitank untuk pemerintah Irak setelah jatuhnya kota Ramadi ke tangan kelompok militan Negara Islam. Seorang juru bicara militer AS mengatakan rudal itu untuk membantu menghadapi kenderaan peluncur bahan peledak yang diimprovisasi yang digunakan dalam perang di Ramadi, di sebelah Barat ibukota Baghdad.

Ditambahkan bahwa AS juga akan memberikan perlindungan dari udara kepada milisi Syah yang berupaya merebut kembali Ramadi, dengan syarat milisi itu berada di bawah komando pemerintah Irak.

Washington kini sedang mempertimbangkan pula untuk mempercepat pelatihan dan pemberian peralatan kepada pasukan-pasukan masyarakat kesukuan untuk melawan militan Islam.

Sementara itu ribuan warga Irak yang mengungsi dari Ramadi akhirnya diizinkan masuk ke Baghdad setelah menunggu selama beberapa hari.

Pihak berwenang sempat melarang para pengungsi ini menyeberang ke Baghdad karena kekhawatiran akan dimanfaatkan para jihadis Negara Islam sebagai tameng untuk memasuki ibukota.

Lebih dari 40.000 orang mengungsi di Provinsi Anbar setelah jatuhnya ibukota provinsi, Ramadi, ke tangan NI, yang oleh beberapa pihak dilihat lebih sebagai merupakan kegagalan angkatan bersenjata Irak karena banyak tentara yang mengabaikan tugas mereka.(BBC/bh/sya)


 
Berita Terkait Irak
 
• PBB Menyerukan Diakhirinya Kekerasan di Irak yang Menewaskan Hampir 100 Orang
 
• Bom Tewaskan 165 Orang Lebih, Irak Umumkan Hari Berkabung Nasional
 
• Pengungsi di Irak Mencapai 3 Juta Orang
 
• Seribu Rudal Antitank AS Dikirim ke Irak
 
• AS Kirim 1.500 Tentara Tambahan ke Irak
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
• Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
• Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
• Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
• Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
• Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
• Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]