Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Guatemala
Serangan di Bar Guatemala Tewaskan 11 Orang
Monday 09 Sep 2013 13:35:25

Polisi mengatakan diantara korban yang terluka juga terdapat anak-anak.(Foto: Reuters)
GUATEMALA, Berita HUKUM - Sekelompok pria bersenjata berulah dan menewaskan 11 orang, melukai setidaknya 15 lainnya dalam serangan di sebuah bar di kota San Jose Nacahuil, Guatemala.

Beberapa korban ditemukan tewas setelah mereka berusaha bersembunyi di kamar mandi toko minuman keras itu dan di gang-gang di dekatnya.

"Kejadian ini belum pernah terjadi sebelumnya. Kami tidak pernah melihat pembantaian seperti ini," kata Nacahuil penduduk Victor Tepen.

Keponakannya yang berusia 20 tahun, Javier Tepen, termasuk di antara mereka yang tewas.

Menteri Dalam Negeri Mauricio Lopez Bonilla mengumumkan bahwa pasukan polisi nasional telah dikerahkan di kota untuk melindungi penduduk setempat.

Hingga kini motif penyerangan tidak jelas, namun polisi Guatemala sedang menyelidiki kemungkinan keterlibatan kelompok kriminal terkenal negara itu, yaitu mara.

Beberapa warga mengatakan mereka meragukan keterangan ini.

Profesional

Warga setempat, Nery Pixtun, mengatakan kepada kantor berita Reuters, "Orang yang melakukan ini bukan anggota mara. Siapa pun yang melakukan ini adalah seorang profesional, hal itu dilakukan oleh orang yang terlatih untuk menggunakan senjata."

Pada tahun 2005, populasi pribumi yang mendominasi kota ini mengusir semua pasukan polisi dari kota.

Mereka mendirikan badan keamanan tersendiri. Kota ini memiliki tingkat kejahatan yang sangat rendah diantara negara-negara di Amerika Latin.

Menurut data PBB, Guetamala termasuk ke dalam negara dengan tingkat pembunuhan yang cukup tinggi yaitu 38,5 orang per 100.000 penduduk di 2011.

Sedangkan kebanyakan angka pembunuhan di negara-negara Eropa adalah satu orang per 100.000 orang.

Sebagian besar kekerasan ini terkait dengan perdagangan dan penyelundupan narkoba ke Meksiko dan Amerika Serikat.(bbc/bhc/rby)


 
Berita Terkait Guatemala
 
Usai Lengser, Mantan Presiden Guatemala Dipenjara
 
Serangan di Bar Guatemala Tewaskan 11 Orang
 
Mantan Diktator Guatemala Divonis 80 Tahun Penjara
 
Pensiunan Jederal Menangi Pilpres Guatemala
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]