Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Filipina
Serangan Pemberontak Komunis Filipina, Tujuh Polisi Tewas
Monday 27 May 2013 16:06:06

Aparat bersenjata Filipian acap menjadi sasaran serangan kelompok pemberontak Komunis.(Foto: Ist)
FILIPINA, Berita HUKUM - Filipina mengatakan kelompok pemberontak Komunis telah meledakkan bom di pinggir jalan serta menembaki mobil patroli polisi, sehingga menewaskan tujuh anggota polisi serta melukai lainnya.

Pejabat Polisi di Filipina Utara, Rodrigo de Gracia mengatakan, serangan itu ditargetkan kepada pasukan elit kepolisian Filipina yang sedang dalam perjalanan ke rumah sakit di wilayah Allacapan untuk mengikuti tes kesehatan.

Lokasi serangan ini terletak di Provinsi Cagayan, sekitar empat ratus kilometer sebelah utara ibukota Manila.

Dia mengatakan, pasukan polisi sempat membalas tembakan, namun kekuatan mereka tidak sepadan dengan kelompok pemberontak.

Rampas senjata

Para pemberontak yang berhasil merampas senjata milik aparat polisi yang tewas kemudian melarikan diri ke hutan.

Kelompok pemberontak Komunis, yang dikenal dengan sebutan New People's Army, NPA, telah melakukan perlawanan terhadap pemerintah Filipina semenjak 44 tahun silam.

Semenjak konflik bersenjata itu terjadi, puluhan ribu orang telah tewas.

Pemerintah Filipina telah mengupayakan perdamaian dengan kelompok pemberontak Komunis yang melibatkan Norwegia, setelah ada upaya genjatan senjata dari kedua pihak.(bbc/bhc/rby)


 
Berita Terkait Filipina
 
• Operasi Menumpasan Kelompok Abu Sayyaf, 15 Tentara Filipina Tewas
 
• Korban Kebakaran Pabrik Sepatu Filipina Mencapai 72 Jiwa
 
• AS-Filipina Teken Kesepakatan Militer Baru
 
• Pasca Topan Filipina, Jenazah Masih Ditemukan
 
• Tiga Wartawan Radio Filipina Dibunuh
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]