Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
FIFA
Sepp Blatter Mengundurkan Diri dari Presiden FIFA
Wednesday 03 Jun 2015 08:26:48

Sepp Blatter mundur tak sampai sepekan setelah terpilih sebagai Presiden FIFA untuk masa jabatan kelima.(Foto: Istimewa)
ZURICH, Berita HUKUM - Sepp Blatter mengatakan akan mengundurkan diri dari FIFA di tengah-tengah skandal korupsi yang melanda badan sepak bola dunia itu. Saat mengumumkan pengunduran dirinya, pria berusia 79 tahun itu mengatakan kongres luar biasa FIFA akan 'digelar secepat mungkin' untuk memilih presiden baru.

Blatter baru terpilih untuk masa jabatan yang kelima kalinya pekan lalu, dua hari setelah tujuh pejabat FIFA ditangkap karena dakwaan korupsi oleh Kejaksaan Agung Amerika Serikat.

Namun dia mengakui, "Mandat saya tampaknya tidak didukung oleh semua orang."

FIFA terguncang oleh penangkapan para pejabat dan beberapa pihak lain yang terkait sepak bola dengan dakwaan korupsi, penipuan, dan pencucian uang.

Sementara penyelidikan terpisah digelar pihak berwenang Swiss tentang proses pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022, yang dimenangkan Qatar dan Rusia.

"Saya amat terkait dengan FIFA dan kepentingannya. Kepentingan itu yang utama dan itulah kenapa saya mengambil keputusan ini," tambah Blatter dalam konferensi pers di kantor pusat FIFA di Zurich, Selasa 2 Juni.

"Yang paling saya perhitungkan adalah kelembagaan FIFA dan sepak bola di seluruh dunia."

Blatter didesak oleh badan sepak bola Eropa, UEFA, untuk mundur dari pencalonannya sebelum pemilihan presiden FIFA namun dia tetap maju dan mengalahkan Pangeran
Ali bin al-Hussein dari Yordania.

Sementara, karena Presiden FIFA yang baru mengundurkan diri, Sepp Blatter, mengatakan FIFA akan menggelar kongres luar biasa secepatnya untuk memilih presiden yang baru.

Menurut Blatter Kongres FIFA yang berikutnya baru akan berlangsung pada 13 Mei 2016 di Meksiko City namun pemilihan presiden tidak menunggu kongres tersebut.

"Hal itu akan menciptakan penundaan yang tidak diperlukan dan saya mendesak komite eksekutif untuk mengorganisir kongres luar biasa guna memilih penerus saya dalam kesempatan secepatnya."

"Hal ini perlu sejalan dengan statuta FIFA dan kita harus memberikan waktu cukup bagi calon-calon terbaik untuk menghadirkan dirinya dan berkampanye," tambah Blatter saat mengumumkan pengunduran dirinya di kantor pusat FIFA di Zurizh, Swiss, Selasa (2/6).

Kongres luar biasa diperkirakan akan berlangsung antara Desember 2015 hingga Maret 2016.(BBC/bh/sya)


 
Berita Terkait FIFA
 
HNW: Seandainya FIFA Tidak Diskriminatif Atau Israel Mengundurkan Diri, Indonesia Tetap Jadi Tuan Rumah Final U-20
 
Blatter Mengajukan Banding ke Mahkamah Arbitrasi
 
Jadi Presiden FIFA, Gianni Infantino Gantikan Sepp Blatter
 
Jaksa Terima Bukti dalam Kasus Presiden FIFA Sepp Blatter
 
Blatter dan Platini Tetap Dilarang Terlibat Sepak Bola
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]