Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Kecelakaan Motor
Seorang Pengendara Motor Tewas, Istri Korban Nangis Histeris
Saturday 13 Oct 2012 00:19:16

Ilustrasi (Foto:Ist)
JAKARTA, Berita HUKUM - Gagal menyalip truk, seorang pengendara motor tewas mengenaskan terlindas mobil truk tanah di Jalan Lapangan merah, Joglo Raya, Kembangan, Jakarta Barat, Jumat malam (12/10).

Istri korban yang tiba di lokasi, langsung menangis histeris, bahkan nyaris pingsan, lantaran tak kuasa menahan kesedihan, saat melihat jasad suaminya.

Bejo Pramono, asal Peninggilan, Cileduk RT 01 RW 10, tewas terlindas truk muatan tanah di jalan Joglo Raya, Kembangan, Jakarta Barat, Jumat malam.

Kejadian tersebut saat motor yang dikendarai korban gagal menyalip, dan kemudian motor korban menyenggol badan truk, setelah itu korban pun terjatuh dan terlindas truk.

Saksi mata, Candra yang saat itu berada di lokasi kejadian tersebut mengatakan bahwa, "peristiwa bermula saat korban dengan menggunakan motornya dari arah pos pengumben menuju Cileduk, karena gagal menyalip, sebuah truk pengangkut tanah dari arah yang bersamaan, lalu kemudian sepeda motor korban menyenggol badan truk, setelah itu korban pun terjatuh dan terlindas truk," ujarnya.

Sementara itu, istri korban yang datang ke lokasi, menangis histeris, bahkan nyaris pingsan saat melihat korban yang tewas mengenaskan, akibat terlindas truk tanah tersebut.

Jasad korban kini dibawa ke RSUD Tangerang untuk divisum, sementara itu supir truk yang melarikan diri, kini sedang dalam pengejaran pihak Kepolisian.

Akibat peristiwa tersebut, jalan Raya Pos Pengumben menuju Cileduk, dan arah sebaliknya mengalami kemacetan panjang.(bhc/laj)


 
Berita Terkait Kecelakaan Motor
 
Seorang Pengendara Motor Tewas, Istri Korban Nangis Histeris
 
Polda Metro Jaya Selidiki Tewasnya Direktur PT Adaro
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Untitled Document

  Berita Utama >
   
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]