Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Gaya Hidup    
 
Rokok
Sensasi Cerutu di Kalangan Jetset
Wednesday 29 Feb 2012 03:36:35

Cerutu (Foto: Ist)
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) - Orang-orang berkantong tebal seperti kalangan jetset, pebisnis hingga selebriti kerap ditemui di acara khusus. Umumnya kalangan tersebut menggunakan cerutu sebagai simbol pergaulan. Menghisap cerutu memang mengasikan dan menjadi gaya hidup bagi kalangan atas. Citra rasa dan simbol papan atas memang lekat pada rokok tembakau yang berasal dari Kepulauan San Salvador di Bahama.

Dikalangan selebriti luar, Promotor tinju Don King, pebisnis Donald Trumph, Penyanyi Madonna hingga pelatih sepakbola, Diego Maradona dikenal pecinta cerutu. Dikalangan public figure Indonesia, anggota DPR, Ruhut Sitompul contoh penggemar cerutu Kuba Cohiba Siglo VI. Cerutu dari Havana, Kuba.

Menghisap cerutu memiliki trik tersendiri. Trik ini berguna agar nikmatnya rasa tembakau dapat dirasakan penghisapnya. Seperti tempat yang nyaman, pemantik khusus hingga tata cara penyimpanan merupakan sejumlah trik guna menikmati cerutu.

Mengenai harga, kualitas cerutu terbagi dalam 10 tingkatan. Peringkat pertama ditempati Gurha Black Dragon, cerutu asal Kepulauan Honduras ini berlabel harga 1.150 dollar atau senilai Rp.10.350 juta. Sedangkan cerutu termurah ditempati Padron Serie 1926, 80 Years asal Nikaragua dengan harga 30 dollar setara dengan Rp. 270 ribu. (dbs/boy)



 
Berita Terkait Rokok
 
Kritik Regulasi Rokok Elektronik dan Tembakau, UU Kesehatan Diuji
 
Kendalikan Konsumsi, Kenaikan Pajak Produk Rokok Elektronik Berlaku 1 Januari 2024
 
Cukai Rokok Elektrik Perlu Diatur UU
 
Raih Penghargaan WHO, Gerakan Tembakau Muhammadiyah Diapresiasi Pimpinan Pusat
 
Kenaikan Tarif Cukai Rokok Jangan Mematikan Usaha Rakyat
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah
Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit
Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional
Sinyal keterlibatan Menhut Raja Juli dalam kasus korupsi Bupati Kuansing Suhardiman Amby
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]