Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Kejahatan HAM
Senat Setujui Penyelidikan Kejahatan HAM Militer Brazil
Thursday 27 Oct 2011 23:35:35

Presiden Brazil Dilma Rousseff (Foto: bbc.co.uk)
RIO DE JANEIRO (BeritaHUKUM.com) – Senat Brasil memutuskan lewat Pemungutan suara pembentukan sebuah Komisi untuk menyelidiki pelanggaran Hak Asasi pada masa pemerintahan Militer 1964-1985. Setelah disahkan Senat, undang-undang tersebut akan diserahkan kepada Presiden Dilma Rousseff untuk ditandatangani agar bisa diberlakukan.

Presiden Rousseff -yang berasal dari partai sayap kiri dan pernah dipenjara oleh penguasa militer- merupakan pendukung komisi dan mendesak Kongres Brasil untuk mengesahkannya. Para pendukung komisi, seperti dikutip BBC, Kamis (27/10), mengatakan undang-undang itu akan membantu Brasil menyelesaikan sejarah masa lalunya.

"Kami memiliki luka yang tidak akan pernah sembuh, apapun temuan dari komisi. Kami ingin menemukan jawaban atas sejumlah pertanyaan yang masih tersisa dan tidak boleh terus berlanjut dalam demokrasi," kata Senator Aloysio Nunes, seperti dikutip harian Folha.

Namun ada juga yang mengeluhkan keterbatassan dari komisi tersebut. "Komisi yang malu-malu, lebih kecil dari yang dibentuk di Uruguai dan Argentina," tutur Senator Randolfe Rodrigues.

Komisi Kebenaran Brasil akan mengkaji pelanggaran pada masa pemerintahan militer tersebut namun tidak akan sampai mengadili pelaku karena Amnesty yang sudah diberikan. Undang-undang amnesti yang sudah disahkan pada tahun 1979 dan diperkuat oleh Mahkamah Agung membuat tak satupun Perwira Militer yang dituduh melakukan penyiksaan maupun gerilyawan sayap kiri yang terlibat kekerasan bisa diadili.

Sekitar 500 orang tewas maupun hilang pada masa pemerintahan militer di Brasil. Jumlah korban jiwa itu jauh lebih rendah dibanding korban penyiksaan dan pembunuhan penguasa militer di negara tetangganya, Argentina maupun Cile. Namun, ribuan warga Brasil disiksa, diasingkan, maupun dicabut hak-hak Politiknya.

Komisi ini akan terdiri dari tujuh anggota. Komisi akan mengkaji laporan-laporan tentang pelanggaran hak asasi dan menyusun sebuah laporan. Diusulkan pada masa kepresidenan Luiz Inacio Lula da Silva, para perwira tinggi militer tidak mendukung rancangan komisi ini, karena dikhawatirkan akan membatalkan amnesti yang sudah diberikan.(bbc/sya)


 
Berita Terkait Kejahatan HAM
 
• Senat Setujui Penyelidikan Kejahatan HAM Militer Brazil
 
• Mantan Penguasa Guatemala Diadili Atas Tuduhan Kejahatan HAM
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]