Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Media
Seluruh Wartawan Media Online Kecewa atas Sikap Kabag Humas DPRD Kaur
2019-03-07 04:29:45

Tampak para wartawan media online di Kaur saat mendatangi sekretariat Humas DPRD Kaur.(Foto: BH /aty)
KAUR, Berita HUKUM - Sejak berdirinya kabupaten Kaur, gejolak ketidakadilan terhadap biaya publikasi terhadap media online dengan media cetak harian yang lazim disebut "Jawa Pos Grup" sampai akhir tahun 2018 tidak ada realisasi yang berkeadilan, sehingga terjadilah kegiatan rapat koordinasi antara sekertariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaur, media online, media cetak dan media elektronik pada, Rabu (6/3).

Salah satu perwakilan wartawan media online Kaur yakni Feri, menegaskan kalau sikap Kabag Humas DPRD Kaur dan secara umum Pemerintah Daerah (Pemda) kabupaten Kaur, provinsi Bengkulu tidak mau mengakomodir keinginan rekan-rekan media online untuk mulai tahun 2019 ini alokasi budget sebesar 50% biaya tersebut khusus untuk seluruh media onlen se-Kabupaten Kaur dan 50% lainya untuk media cetak dan elektronik, bila ingin dilakukan kerjasama," ujar Feri, Rabu (6/3).

"Sikap Kabag Humas DPRD Kaur seperti berbelit -belit dan tidak mau mengakomodir hal tersebut, kami sangat kecewa dengan Pemda Kaur secara umumnya," ungkap Feri.

Bila dalam waktu dekat tidak ada kerendahan hati dari kabag Humas DPRD Kaur ,maka dipastikan "Tidak ada kerjasama yang baik"silakan kita kerjasa secara propisional dan tudak melakukan kesalahan," jelas Feri.

Sementara, Arjan, S. Si sebagai Kabag Humas dan protokol DPRD Kaur memutuskan untuk kesimpulan dalam publikasi setiap media yang ada di kabupaten Kaur merata, sesuai porsi tarif masing -masing media itu sendiri, ungkapnya.

Bila ingin mengakomodir keinginan rekan wartawan media online yang mengharapkan anggaran kegiatan publikasi di DPRD Kaur ini 50% dalam tahun 2019, Arjan mengartikan, "itu artinya pemaksaan buat saya peribadi dari seluruh rekan media yang ada di Kabupaten Kaur," pungkas Arjan saat penyampaian pada pertemuan tersebut.

Kesan pembicaraan Arjan yang merasa tidak enak dengan rekan wartawan media cetak harian, yang selama ini yang jauh mendapatkan perhatian lebih, dari jatah anggaran yang ada di Pemda kabupaten Kaur.(bh/aty)


 
Berita Terkait Media
 
LSP Pers Indonesia Apresiasi Digitalisasi dan Pelayanan Prima PTUN Jakarta
 
Dewan Pers Indonesia dan SPRI Ajukan 8 Tuntutan Kemerdekaan Pers kepada Presiden
 
LKPP Terima Pengaduan WAKOMINDO Terkait Diskriminasi Kerjasama Media di Pemerintahan Daerah
 
Biro PP Lakukan 'Media Visit' Massifikasi Informasi Kinerja DPR dan Persiapan IPU
 
Perselisihan Kapolrestro Depok-Wartawan Dimusyawarahkan, Kompolnas: Media Membantu Polri
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]