Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Vatikan
Seluruh Uskup Chili Berhenti karena Skandal Pelecehan Anak
2018-05-20 03:25:58

Ilustrasi.(Foto: Istimewa)
CHILI, Berita HUKUM - Sebanyak 34 uskup di Chili mengumumkan pengunduran dirinya atas skandal pelecehan anak dalam Gereja. Langkah ini diambil setelah melakukan pertemuan intens selama tiga hari dengan Paus Fransiskus di Vatikan.

"Kami, semua uskup yang hadir di Roma, telah mengajukan pengunduran diri kami kepada Bapa Suci sehingga dia dapat memutuskan secara bebas untuk kita masing-masing," kata para uskup dalam sebuah pernyataan yang dibacakan oleh seorang juru bicara di Vatikan.

"Kami ingin meminta maaf atas rasa sakit yang ditimbulkan kepada para korban, kepada Paus, kepada umat Tuhan dan negara kami untuk kesalahan serius dan kelalaian yang telah kami lakukan," lanjut pernyataan itu seperti dikutip dari AFP, Sabtu (19/5).

Pengumuman mengejutkan itu muncul setelah Paus Francis memanggil para uskup ke Vatikan atas skandal yang telah menghantui kepausannya.

Beberapa anggota hirarki gereja Chili dituduh oleh korban telah mengabaikan dan menutupi pelecehan anak oleh pendeta pedofil Chili, Fernando Karadima selama tahun 1980-an dan 1990-an.

"Kami berterima kasih kepada para korban atas kegigihan dan keberanian mereka, terlepas dari kesulitan pribadi, spiritual, sosial dan keluarga yang sangat besar yang harus mereka hadapi, yang sering menambah pemahaman dan serangan terhadap komunitas Gereja," kata pernyataan itu.

Paus Francis sendiri menjanjikan "perubahan" terhadap gereja Chili untuk memulihkan keadilan setelah pertemuan pribadi dengan para delegasi.(ian/sindonews/afp/bh/sya)


 
Berita Terkait Vatikan
 
• Skandal Pelecehan Seks: Film Dokumenter, Uskup Agung Polandia Minta Vatikan Selidiki Tudingan Pelecehan Seksual di Gereja Katolik
 
• Paus Perintahkan Rohaniwan Laporkan Pelecehan Seksual, 'Indonesia Belum Ada Kasus'
 
• Bagaimana Paus Fransiskus Tangani Skandal Seks di Gereja Katolik?
 
• Paus Fransiskus Akui Kasus Biarawati Dijadikan Budak Seks oleh Pastor
 
• Pimpin Misa Malam Natal, Paus Fransiskus Kutuk Kemiskinan dan Materialisme
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
• Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
• Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
• Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
• Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
• Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
• Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]