Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Gaya Hidup    
 
Fashion
Selangkah Lagi Indonesia Menjadi Kiblat Fesyen Muslim Dunia 2020
2018-12-14 22:03:44

Tampak suasana acara Fashion show "La Mode" di Jakarta, Jumat (14/12).(Foto: BH /aida)
JAKARTA, Berita HUKUM - Kementerian Perindustrian Republik Indonesia semakin dekat untuk mewujudkan visi besar menjadikan Indonesia sebagai kiblat fesyen muslim dunia di tahun 2020. Selain didukung dengan kekuatan pasar sebagai salah satu negara yang memiliki jumlah penduduk muslim terbanyak di dunia, Indonesia juga sudah memiliki berbagai jenis fashion yang berdaya saing global.

Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah, Hati Wibawaningsih mengungkapkan bahwa, "Peluang pasar domestik industri fesyen muslim Indonesia mencapai US$ 20 milyar, menguasai 1,9 pasar fesyen dunia dengan nilai ekspor US$ 13,29 milyar, dan termasuk 5 besar negara OKI eksportir fesyen muslim. Hal ini menunjukkan bahwa peluang pasar fesyen muslim global maupun domestik sangat besar dan harus diisi oleh industri fesyen muslim tanah air, sehingga dapat meningkatkan kontribusi sektor fesyen muslim bagi PDB nasional," ungkap Gati, di Jakarta pada, Jumat (14/12).

Gati mengatakan bahwa saat ini industri fashion muslim di Indonesia mengalami pertumbuhan yang signifikan dengan pertumbuhan rata-rata konsumsi fesyen di Indonesia 18,2% per tahun. "Satu hal yang membanggakan bagi kita bersama adalah peningkatan prestasi Indonesia di dunia Internasional yang sangat signifikan. The State of Global Islamic Economy Report 2017/2018 mencatat Indonesia sebagai runner up negara yang mengembangkan fesyen muslim terbaik setelah Ini Emirat Arab. Padahal pada laporan tahun sebelumnya, Indonesia tidak termasuk dalam 10 besar. Hal ini menunjukkan bahwa selangkah lagi Indonesia dapat berada pada urutan pertama dan menjadi kiblat muslim dunia," jelas Gati.

Sementara, Fashion show skala internasional "La Mode" Sur La Seine a Paris telah sukses diselenggarakan oleh Indonesian Fashion Chamber (IFC) di Kota Paris, Perancis pada tanggal 1 Desember 2018. Acara tersebut digelar di atas Kapal Boreas yang menyusuri Sungai Seine berkeliling Kota Paris.

Di luar dugaan, meskipun bersamaan dengan demo penolakan kenaikan pajak BBM yang berlangsung di Paris bberapa waktu lalu, namun acara ini ramai dihadiri oleh tamu undangan, bahkan melebihi kapasitas 400 tempat duduk yang disediakan oleh panitia. Konsep acara ini memberikan perspektif baru tentang cara memamerkan karya desainer Indonesia agar dapat menarik perhatian dunia.

Selama ini pemerintah telah gencar mendorong industri fesyen di dalam negeri untuk terus meningkatkan market share Indonesia di pasar Internasional. Oleh karena itu, agar mampu bersaing di kancah global, pemerintah harus terus berupaya memacu pertumbuhan industri fesyen dengan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, agar bisa mencapai target jangka panjang dalam pengembangan industri feshen muslim yaitu Indonesia.(bh/aida)


 
Berita Terkait Fashion
 
Pengusaha Batik Besurek di Bengkulu Bertahan di Tengah Gempuran Zaman
 
10 Sekolah Fashion Ternama Indonesia di Grand Final You C1000 Fashion dan Make Up Contest
 
Desainer Indonesia Siap Pamerkan Kain Nusantara di Paris
 
Resmi Dibuka, Muffest 2019 Targetkan Transaksi Rp 45 Miliar
 
Muffest 2019, Gaungkan Identitas Busana Muslim Indonesia
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
KAI Luncurkan Nusantara Explorer, Kereta Mewah yang Siap Ubah Wajah Pariwisata Indonesia
Purbaya curhat: Saya menteri paling tidak beruntung di dunia
KPK Petakan 3 Titik Rawan Korupsi APBD, Mitigasi Potensi Kebocoran Daerah Capai Rp2,37 Triliun
RUU Perampasan Aset Masih Ada di Prolegnas Prioritas 2026, DPR-Pemerintah Concern Membahas
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]