Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

EkBis    
 
Tambang Batu Bara
Sektor Tambang di Kaltim Tahun Akan Mengalami Peningkatan
Sunday 30 Dec 2012 19:09:32

Mobil pengangkut batu bara.(Foto: Ist)
SAMARINDA, Berita HUKUM - Bank Indonesia Perwakilan Samarinda memperkirakan industri tambang batu bara di Kaltim akan membaik pada kuartal II/2013. Perkiraan ini berdasarkan dari survei dilakukan kepada pelaku industri tambang batu bara di Kaltim dan pemantauan perkembangan harga komoditas tersebut.

Perkiraan terjadinya recovery atau perbaikan kondisi industri batu bara di Kaltim pada 2013 karena pelaku bisnis batu bara akan melakukan intensifikasi atau memaksimalkan kapasitas produksi dan tidak melakukan ekspansi untuk meningkatkan produksi.

"Malah BI melihat di kuartal IV/ 2012 ini, ada grafik peningkatan harga jual. Sehingga, survei Bank Indonesia memperkirakan 2013 pertumbuhan ekonomi di Kaltim dikuasai pertambangan akan membaik," jelas Kepala Perwakilan Bank Indonesia di Samarinda, Ameriza M. Moesa, akhir pekan ini.

Dikatakan Ameriza, apabila recovery industri batu bara di Kaltim pada 2013 lebih cepat dan kinerja ekspor batu bara membaik maka pertumbuhan ekonomi Kaltim bisa mencapai angka 5%. Namun, BI Perwakilan Samarinda memperkirakan pertumbuhan ekonomi Kaltim berkisar 4% sampai 4,5% tak jauh berbeda dengan perkiraan Badan Pusat Statistik Kaltim yang mematok pertumbuhan ekonomi Kaltim 2012 sebesar 4,2%.

"Pertumbuhan ekonomi Kaltim 2012 sedikit saja karena industri batu bara turun. Dari 3,93% pada 2011 menjadi 4% sampai 4,3% pada 2012. Proyeksi kita mirip-mirip BPS Kaltim mematok 4,2% pada 2012," katanya.

Dari hasil survei Bank Indonesia terhadap pemegang PKP2B se-Kalimantan, beberapa debitur sektor pertambangan mulai merasakan kesulitan likuiditas dan kesulitan membayar angsuran akibat industri batu bara saat ini menurun. Penyebabnya, keterlambatan pembayaran buyer dan volume permintaan batu bara menurun.

“Penurunan industri batu bara ini juga mempengaruhi penyaluran kredit dari perbankan. NPL kredit pertambangan meningkat dari 0,95% pada kuartal III menjadi 1,37% pada 2012. Jumlah kredit pertambangan se Kalimantan mencapai Rp 18,2 triliun dan pertumbuhannya melambat dari 49,62% pada kuartal III menjadi 31,5% pada kuartal IV.2012,” ujar Ameriza, seperti yang dikutip dari bisnis.com, pada Minggu (30/12).

Sementara itu, penyaluran kredit sektor transportasi komunikasi yang sangat erat terkait usaha pertambangan mencapai Rp 10,77 triliun mengalami pertumbuhan yang melambat dari 71,46% year on year kuartal III menjadi 66,76% kuartal IV/2012. Sedangkan rasio NPL sektor ini menurun dari 0,90% kuartal III menjadi 0,88 % kuartal IV/2012.

Meski kondisi penjualan batu bara mengalami penurunan, namun kondisi tenaga kerja masih relatif tetap dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Turunnya industri tambang batu bara di Kaltim juga berdampak terhadap penurunan penjualan alat berat hingga 50%.(k26/arh/bsn/bhc/opn)


 
Berita Terkait Tambang Batu Bara
 
5 Alasan Mengapa Dunia Membutuhkan Moratorium Tambang Batu Bara Baru
 
Sektor Tambang di Kaltim Tahun Akan Mengalami Peningkatan
 
Triliunan Rupiah Berpotensi Raib di Sektor Batu Bara
 
Hutan Produksi Beralih Jadi Tambang Batu Bara
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]