Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
KAMI
Sekjen GNPF: KAMI Punya Keprihatinan, Kegelisahan Dan Kemarahan Yang Sama Tentang Situasi Negeri
2020-08-05 14:24:01

Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) mendeklarasikan sebagai Kontrol kepada Pemerintah Indonesia.(Foto: Istimewa)Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Terbentuknya Gerakan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) disambut baik oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama.

Sekretaris Jendral GNPF Ulama Edy Mulyadi mengatakan, sejumlah tokoh yang menggagas dan ikut di dalam gerakan tersebut memiliki tujuan yang sama untuk bangsa dan negara Indonesia.

"Ini (KAMI) orang-orang yang punya keprihatinan sama, punya kegelisahan yang sama, bahkan punya kemarahan yang sama tentang situasi di negeri tercinta ini yang semakin ngawur, semakin menyimpang," ujar Edy dalam sebuah video yang diposting akun YouTube Suara Keadilan, Selasa (4/8).

Lebih lanjut, Edy mengaku sepakat dengan Din Syamsuddin yang menjadi salah seorang penggagas KAMI. Di mana saat acara deklarasi Minggu kemarin (2/8) mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu menyampaikan kondisi negara yang sudah harus diperbaiki.

"Itulah sebabnya Bang Din Syamsuddin mengatakan kiblat bangsa telah menyimpang. Jadi sudah melenceng, mesti diluruskan kembali kiblat bangsa yang melenceng," tuturnya.

"Ini adalah langkah yang bagus," demikian Edy Mulyadi menambahkan.(RMOL/bh/sya)


 
Berita Terkait KAMI
 
• Polisi: Benda Mencurigakan di dekat Rumah Petinggi KAMI adalah Bom Palsu
 
• Bareskrim Rampungkan Berkas Petinggi KAMI di Jakarta dan Medan Terkait Demo Tolak Omnibus Law
 
• KAMI Protes Keras Polisi Tembak Mati 6 Anggota FPI, KAMI Tuntut Jokowi Bentuk Tim Independen
 
• Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo: TNI Terlihat Seperti Era Orde Baru
 
• Sudah Siapkan Koper, Akankah Din Syamsuddin Ditangkap?
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]