Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Samsung
Samsung Temukan 'Dugaan Eksploitasi Anak'
Tuesday 15 Jul 2014 08:05:52

Ini merupakan pertama kalinya Samsung menemukan praktik ilegal di perusahaan pemasok.(Foto: twitter)
CINA, Berita HUKUM - Samsung Electronics mengatakan mereka menemukan "bukti yang mendukung tentang dugaan praktik pekerja anak" di sebuah pabrik pemasok di Cina, Dongguan Shinyang Electronics. Perusahaan melakukan penyelidikan kepada perusahaan pemasok ini setelah sebuah kelompok aktivis berbasis di New York, China Labor Watch, menuduh mereka mempekerjakan anak-anak.

Sambung menghentikan kerja sama bisnis "secara sementara" dengan pemasok tersebut terkait penyelidikan.
Otoritas Cina juga sedang melakukan investigasi tentang kasus ini.

"Jika penyelidikan menyimpulkan bahwa perusahaan pemasok telah mempekerjakan anak-anak secara ilegal, Samsung akan memutuskan kontrak secara permanen karena kami memiliki kebijakan untuk tidak mentoleransi praktik itu," kata Samsung dalam pernyataan resmi mereka.

"Selanjutnya, Samsung akan memperketat kontrak kerja, tidak hanya pada fasilitas produksi tetapi juga pemasok untuk mencegah hal yang sama terulang."

Samsung mengatakan sebelumnya mereka sudah melakukan tiga audit di Dongguan Shinyang Electronics sejak 2013, namun "tidak menemukan kasus pekerja ilegal anak" dalam proses tersebut.

Namun setelah melakukan penyelidikan atas laporan China Labour Watch, mereka "menemukan bukti-bukti proses perekrutan ilegal yang berlangsung pada tanggal 29 Juni".

Sampai saat ini tidak ada komentar dari Dongguan Shinyang Electronics.

Perusahaan teknologi terbesar di dunia mengatakan sedang melakukan penyelidikan atas Dongguan Shinyang Electronics Company setelah pengawas China Labor Watch (CLW) melaporkan karyawan di bawah 16 bekerja di pabrik.

Selain pekerja anak yang berbasis di New York pengawas non-pemerintah juga menduga penundaan upah membayar, lembur yang berlebihan, dan kurangnya asuransi sosial dan pelatihan.

"Sangat disayangkan bahwa (CLW) dugaan muncul meskipun upaya Samsung," kata perusahaan Korea Selatan, menjanjikan untuk meningkatkan pengawasan atas para pemasoknya untuk menghindari pelanggaran serupa di masa mendatang.

Untuk membandingkan, Apple audit tahunan yang terbaru dari pemasok terdeteksi ada 23 pelanggaran pekerja anak. Raksasa AS memerintahkan perusahaan untuk membayar kompensasi kepada anak-anak dan membiayai pendidikan mereka.(BBC/standardmedia/RT/bhc/sya)


 
Berita Terkait Samsung
 
Gandeng DANA dan GoPay, Samsung Pay Resmi Meluncur di Indonesia
 
Samsung Galaxy Note 9 Siap Launching di Brooklyn, NY
 
Samsung Siap Luncurkan Ponsel Galaxy S9 dan Galaxy S9+
 
Samsung Siap Ungkap Galaxy S9 Bulan Depan
 
Galaxy Note 8 Siap Meluncur, Samsung Sebarkan Video Teaser
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]