Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

EkBis    
 
Ristek
Sambut Pembangunan Jaringan Gas Blok Masela, Menristek Dikti Siapkan SDM
2016-04-06 06:03:34

Ilustrasi. Rencana pembangunan jaringan LNG di Blok Masela.(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) bersama Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Universitas Pattimura dan Politeknik Ambon mengadakan kerjasama, guna menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk pembangunan dan pengoperasian Blok Masela. Hal tersebut disampaikan Menristek Dikti, M Nasir pada, Selasa (5/4) di gedung D, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, di Senayan Jakarta Pusat.

M. Nasir mengatakan, bersama PII akan disiapkan tenaga ahli keteknikan, yang dihasilkan berupa tenaga ahli akademik, vokasi (yang paling utama) dan tenaga ahli insinyur professional. Sementara, mahasiswa direkrut terutama yang berasal dari daerah Maluku.

"Sebelum Blok Masela yang akan dioperasikan pada tahun 2021, maka kami telah mempersiapkan SDM, diantaranya ada pada bidang teknik perminyakan, teknik mesin, elektro, kimia, industri, fisika dan teknik sipil. Dari pihak PII akan disiapkan tenaga Insinyur sebanyak 5.000 orang yang telah bersertifikasi sesuai klasifikasi Asia dan Regional," papar M Nasir.

Dikesempatan yang sama, mewakili PII, Dr. Hermanto Dardak menyampaikan bahwa, pihaknya akan menjalankan amanah pada lingkup keamanan dan aspek lingkungan.

"Dua hal yang paling utama dalam arahan Menristekdikti adalah aspek keamanan dalam bekerja dan menjaga lingkungan agar sistem tetap berjalan sesuai koridor," sebut Hermanto.

Dikesempatan yang sama, Rektor Universitas Pattimura, Prof. Sapteno mengatakan bahwa, pihaknya saat ini telah bekerjasama dengan STEM-Akamigas Cepu, guna menyiapkan tenaga kerja dibidang minyak dan gas bumi.

"Pendidikan untuk menyiapkan SDM akan kami buka pada Juli 2016. Kami pun telah memiliki jurusan teknik perminyakan, teknik perkapalan, fakultas MIPA. Artinya, kami siap turut membangun Blok Masela," sebut Sapteno.

Sebelumnya, pada Senin (4/4) lalu, Presiden Joko Widodo telah menetapkan pembangunan kilang gas Blok Masela dilakukan di darat (On Shore). Presiden menegaskan bahwa, pembangunan infrastruktur skala besar memberikan dampak signifikan bagi daerah sekitar. Selain itu, jika kilang dibangun di darat akan memudahkan pengawasan pembangunannya, tak seperti jika dibangun di laut. Presiden berharap putra-putri daerah dapat berperan serta dalam pembangunan sekaligus pengelolaan Blok Masela. Proyek tersebut direncanakan rampung pada 2024 yang akan datang.

Ladang gas abadi blok Masela di laut Arafuru teletak antara kabupaten Maluku Barat daya dan Maluku Tenggara Barat. Saat ini blok Masela masih dalam tahap pembangunan. Diperkirakan pada tahun 2017 atau tahun 2020 ladang blok Masela akan mulai menghasilkan gas bumi dan disebutkan ladang gas tersebut menyimpan cadangan gas, yang nantinya dapat digunakan hingga puluhan tahun.(bh/rar)


 
Berita Terkait Ristek
 
Tingkatkan Inovasi Industri, Kemenristekdikti Terus Kembangkan Penelitian dan Kerjasama
 
PP-IPTEK Kemenristekdikti Adakan Kompetisi Poster Sains Antariksa
 
Membumikan Riset Strategis Pertanian, Dua Kementerian Bersinergi
 
Sambut Pembangunan Jaringan Gas Blok Masela, Menristek Dikti Siapkan SDM
 
Tingkatkan Hilirisasi Hasil Riset, Menristek Dikti Gandeng Perguruan Tinggi
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]