Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Pemilu 2014
Said Aqil Ketua PBNU Dukung Prabowo
Saturday 17 May 2014 21:47:00

Letnan Jenderal (Purn) Prabowo Subianto Capres dari koalisi Partai Gerindra, PPP, PAN dan PKS pada Pemilu 9 Juli 2014.(Foto: BH/opn)
JAKARTA, Berita HUKUM - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siradj mengaku secara pribadi dirinya mendukung pencalonan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Letnan Jenderal (Purn) Prabowo Subianto sebagai presiden. Namun, ia menegaskan bahwa warga NU bebas memilih siapa pun calon pemimpinnya.

"Warga NU bebas memilih siapa saja sebagai capres, tapi secara pribadi saya mendukung Prabowo Subianto sebagai capres yang akan bertarung nanti," ujar Said dalam keterangan tertulis di Jakarta, seperti dikutip Antara.

Menurut dia, Prabowo mempunyai sikap tegas, berani, dan berwibawa untuk memajukan dan membangun Indonesia ke arah yang lebih baik lagi.

"Prabowo adalah sosok pemimpin tegas yang memikirkan rakyat kecil, antara lain petani, buruh, nelayan, dan sebagainya," ujar dia.

Indonesia, kata dia, juga harus berdaulat secara ekonomi, politik, serta budaya. Jadi bukan hanya secara geografis.

"Jangan sampai bangsa Indonesia dikangkangi oleh para investor. Karena itu, Indonesia butuh pemimpin yang berani sehingga dapat berdaulat secara ekonomi," kata Said.

Selain itu, lanjutnya, siapa pun pemimpin yang terpilih kelak harus selektif dan tidak boros dalam menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"APBN digunakan untuk kepentingan rakyat Indonesia dan pilpres harus berjalan secara damai karena itu bagian dari proses demokrasi," ujar dia.

Pencapresan koalisi Prabowo ini semakin menguat, dimana telah resmi didukung oleh partai Islam, Religius Nasionalis; Partai Gerindra PPP, PAN dan PKS dengan total perolehan 4 partai koalisinya sebesar 32.72% dengan 201 kursi DPR RI.

Selain Ketua Umum PB NU Kiai Said Aqil Sirajd, Kiai Maimun Zubair dari Dewan Syariah Pusat PPP, dan Rhoma Irama yang mula-mula mendukung PKB, sekarang pun menyatakan dukungan kepada pasangan Prabowo-Hatta. Sementara, Hatta Rajasa juga sudah meletakkan jabatannya dari Menteri Koordinator Perekonomian dengan didampingi Prabowo pada pengunduran dirinya saat menghadap Presiden SBY kemarin, yang sekaligus pamit untuk menjadi Cawapres pada 9 Juli mendatang.

Prabowo memang belum memutuskan secara resmi siapa bakal calon wakil Presiden yang akan mendampinginya. Hanya saja, PAN mengusulkan Hatta Rajasa sebagai Cawapres Prabowo yang tampak menguat untuk dipilih, karena Hatta Rajasa bisa mewakili luar Jawa dan tokoh Islam, guna bersaing memenangkan Pilpres 2014. (dbs/Antara/kompas/bhc/sya)


 
Berita Terkait Pemilu 2014
 
Sah, Jokowi – JK Jadi Presiden dan Wakil Presiden RI 2014-2019
 
3 MURI akan Diserahkan pada Acara Pelantikan Presiden Terpilih Jokowi
 
Wacana Penghapusan Kementerian Agama: Lawan!
 
NCID: Banyak Langgar Janji Kampanye, Elektabilitas Jokowi-JK Diprediksi Tinggal 20%
 
Tenggat Pendaftaran Perkara 3 Hari, UU Pilpres Digugat
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]