Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Selebriti    
 
Jilbab
Saat Hijab Karya Anniesa Hasibuan Memukau di New York Fashion Week
2016-09-17 19:52:51

Di akhir peragaannya, Anniesa Hasibuan mendapat tepuk tangan meriah dan standing ovation.(FotO; Istimewa)
NEW YORK, Berita HUKUM - Sebuah koleksi yang ditampilkan di New York Fashion Week adalah untuk pertama kalinya ketika semua model yang muncul dalam peragaan tersebut mengenakan hijab.

Peragaan karya perancang Anniesa Hasibuan tersebut juga menjadi salah satu yang pertama oleh warga negara Indonesia dalam acara tahunan prestisius tersebut. Pada masa di mana pilihan pakaian seorang perempuan muslim menimbulkan debat panjang, banyak yang menyebut langkah Hasibuan ini sebagai momen bersejarah dalam membawa hijab ke sorotan utama.

Terinspirasi oleh kota asalnya, Jakarta, Hasibuan menampilkan celana panjang, tunik longgar dan gaun, dalam bahan mewah dan aplikasi bordir yang detil, semuanya dikenakan dengan hijab.

Hasibuan termasuk seorang pendatang baru, dan pada akhir acara, perancang berusia 30 tahun ini mendapat sambutan tepuk tangan meriah sambil berdiri dari pengunjung. "Di balik kesuksesan sebuah peragaan ada tim hebat yang kuat dan kokoh ketika mengalami perbedaan," tulisnya di Instagram. "Dan kita bisa melaluinya."

Melanie Elturk, direktur eksekutif Haute Hijab - perusahaan Amerika yang menjual baju serta hijab - berada di peragaan tersebut.

"Saya percaya mode adalah salah satu cara kita bisa mengawali perubahan budaya di masyarakat untuk menormalisasi hijab di Amerika untuk menghancurkan stereotipe dan menghilangkan kesalahpahaman," tulisnya di Instagram.

"Pertunjukan semalam adalah langkah besar ke arah itu."

Mode Islami kini tengah mendapat momen penting dan berbagai peritel kini berusaha meraup keuntungan, dari H&M yang meluncurkan iklan menampilkan model perempuan muslim mengenakan jilbab, Uniqlo yang bekerjasama dengan desainer muslim atau Dolce and Gabbana mengeluarkan koleksi hijab dan abaya, yang ditujukan bagi konsumen muslim kaya.

Momen ini bertepatan dengan kemunculan kembali "gerakan kesopanan" di dunia mode.
Banyak perancang besar yang bereksperimen dengan pakaian yang lebih tertutup (seperti pakaian renang satu potong yang kembali menjadi tren) dan perancang muslim yang kreatif dengan gaya Islami.

Indonesia dilihat sebagai salah satu inovator di kawasan Asia untuk gaun muslim modern.

"Mode di Indonesia menjadi semakin beragam dan kami menjadi semakin percaya diri menggunakan budaya kami sendiri sebagai salah satu pengaruh yang kami gunakan," kata Putri Soediono, seorang perancang keturunan Indonesia di Singapura.

Menurut Soediono, Hasibuan membuktikan bahwa pakaian Islami bisa mengikuti mode, tak hanya burqa warna hitam polos gaya Arab yang dibayangkan banyak orang, dan bahwa ada orang-orang berbakat di Indonesia.

Namun, meski beberapa perancang melihat upaya Hasibuan dalam modernisasi pakaian bagi muslim kontemporer, ada kelompok konservatif di Indonesia yang mengatakan bahwa pakaian ini "tidak cukup Islami".

"Esensi pakaian muslim adalah untuk mengenakan sesuatu yang layak, sederhana. Bagi perempuan artinya mereka harus memastikan apa yang mereka pakai tak menarik perhatian lelaki," kata Dr Eva Nisa, profesor Studi Islam di Victoria University, yang sudah meneliti mode Islami di Indonesia sejak 2007.

"Beberapa orang berpikir bahwa apa yang dihasilkan oleh perancang pakaian Islami ini bertentangan dengan doktrin agama (karena bisa dianggap menarik perhatian)."

Menurutnya, sebagai reaksi, ada gerakan menuju jilbab atau hijab syariah - yang ditampilkan sebagai pakaian Islami yang lebih pantas - yang panjang, longgar dan tak menunjukkan lekuk tubuh perempuan.

Bagi perempuan muda muslim, hijab bukan simbol atau sebuah pernyataan, tapi bagian dari identitas - sesuatu yang mereka tunjukkan dengan lebih percaya diri.
Hasibuan "mengawali karirnya merancang untuk perempuan muslim - inilah yang diinginkan konsumennya," kata Soediono.

"Kami hanya ingin merancang pakaian kami sendiri, apa yang ingin kami pakai."(BBC/bh/sya)

Share : |

 
Berita Terkait Jilbab
Kartika Putri Memutuskan Mantab Berhijab dan Menghapus Foto-Foto Lamanya
Turki Mencabut Larangan Berkerudung di Kalangan Militer
Saat Hijab Karya Anniesa Hasibuan Memukau di New York Fashion Week
Kanada Mengizinkan Polisi Perempuan Gunakan Hijab
Mengapa Jilbab Syar'i Merebak dan Menjadi Trend?
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Menanggapi Tudingan PDIP, Ketua DPP Partai Demokrat: Saat Ini Yang Panik PDIP
Soal Tarif Integrasi Tol JORR Rp 15.000, Ini Penjelasan Kementerian PUPR
Anggota DPR RI PDIP Herman Hery Dilaporkan ke Polisi terkait Pengeroyokan
Rachmawati Soekarnoputri: Jokowi Jauh dari Trisakti, 2019 Harus Ganti Presiden!
TNI Miliki Peran Penting Dalam Sukseskan Program Nasional
Indonesia Kondusif, Ketua DPR Imbau Masyarakat Tidak Terprovokasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Menanggapi Tudingan PDIP, Ketua DPP Partai Demokrat: Saat Ini Yang Panik PDIP
Anggota DPR RI PDIP Herman Hery Dilaporkan ke Polisi terkait Pengeroyokan
APMI: Rizal Ramli Mampu Bawa Indonesia sebagai Kejayaan Negara Maritim
Polda Metro Segera Terapkan Tes Psikologi dalam Penerbitan SIM
Pantau Pelayanan Publik, Ombudsman Sidak Ke Bandara Soekarno Hatta
Habib Rizieq Berharap SP3 Serupa Bisa Diberikan Juga ke Ulama dan Aktivis 212
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]