Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Perdata    
 
Pemalsuan
Rudy Kurniawan Sukolo Diduga Palsukan Tanda Tangan, Jong Andrew Rugi Rp 4 Milyar
2019-11-22 05:13:38

Suasana persidangan Jong Andrew saat jadi saksi.(Foto: BH /ams).
JAKARTA, Berta HUKUM - Sidang lanjutan perkara dugaan tindak pidana pemalsuan tanda tangan dengan terdakwa Rudy Kurniawan Sukolo alias Rudy kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus), dengan agenda pemeriksaan saksi pelapor, Jong Andrew.

Dalam persidangan yang di Ketuai majelis hakim Desbeneri Sinaga tersebut, saksi pelapor Jong Andrew bersama Saripiah Muksin diambil sumpahnya, sebelum diperiksa dan didengar keterangannya sebagai saksi.

Di persidangan Jong Andrew menyatakan bahwa dirinya mengenal terdakwa Rudi sejak tahun 2000 an. Setelah beberapa kali terjadi komunikasi, akhirnya mereka sepakat untuk menjalin kerjasama pada tahun 2002, dalam usaha obat kecantikan, suplemen dan lainnya.

Singkat cerita, usaha mereka berkembang pesat dan maju. "Setelah usaha kita maju, kita jaminkan rumah kita untuk fasilitas kridit," ujar Jong Andrew dipersidangan pada Kamis (21/11) sore, di PN Jakpus.

Seiring berjalannya waktu, Jong Andrew merasa dirinya sudah semakin tua, dia pun sudah beberapa kali mengatakan kepada Rudi agar tidak memperpanjang kredit rumahnya lagi sebagai jaminan.

"Sebelumnya, saya sudah bilang agar Rudi jangan memperpanjang jaminan kredit rumahnya pada tahun 2016," ucapnya.

Kendati demikian, pada tahun 2017, karena penasaran akhirnya Jong Andrew menyambangi Bank Multi Artha Sentosa (Bank MAS) di Harmoni. Ternyata jaminan kredit rumahnya itu sudah diperpanjang, dengan tanda tangannya yang diduga di palsukan.

Nah sejak saat itu timbulah permasalahan. Jong Andrew pun akhirnya melaporkan Rudi, karena diduga telah memalsukan tanda tangannya untuk perpanjangan kredit di Bank MAS tersebut.

"Dalam pengajuan kredit itu yang dijadikan sebagai jaminan adalah rumah saya yang mulia. Namun, tanpa sepengetahuan saya, dia diam-diam tetap mengajukan perpanjangan kredit dengan cara memalsukan tanda tangan saya," ungkapnya.

Imbasnya, Jong Adrew merasa dirugikan, karena Rudy berhasil mendapatkan kucuran kredit sebesar Rp 4 miliar, dengan jaminan sertifikat rumahnya.

Sebelum menutup persidangan, majelis hakim yang diketuai Desbeneri Sinaga memerintahkan Jong Andrew dan terdakwa Rudy untuk membuktikan ucapannya, dengan melampirkan bukti-buktinya. Terkait pemeriksaan bukti tersebut, peridangannya akan kembali digelar pada Kamis, 28 November 2019.(bh/ams)


 
Berita Terkait Pemalsuan
 
Sidang Lanjutan Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Terdakwa Rudi Setiawan Sukolo Kembali Digelar
 
Adriani Didakwa Melakukan Penipuan dengan Pemalsuan Surat Tanah
 
BTN Terindikasi Pemalsuan Dokumen PKB, SP BTN Dikawal ACTA Lapor ke Bareskrim
 
Saksi: Sejak Awal CV Prima Berdiri Rumahnya Sudah Jadi Agunan Bank MaS
 
Hakim PN Jakpus Periksa Saksi Pelapor dan Buktinya
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index




  Berita Terkini >>
 
Polisi Tembak Mati Pria Pakistan Penyelundup Heroin 5 Kilo
Kapolsek Iwan Kapojos Hadiri Pentas Giat Akhir Tahun di SMAN 1 Limboto Barat
Ditjen PAS Dorong Peningkatan Profesionalisme PK IPKEMINDO
Industri Keuangan Sakit, DPR Minta Perbaikan dari OJK
Tutup Gelaran BDF, Meutya Hafid Dukung Indonesia Jadi Influencer Demokrasi
Kemenag Jangan Masuki Wilayah Keimanan yang Jelas Syariatnya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Polisi Tembak Mati Pria Pakistan Penyelundup Heroin 5 Kilo
Industri Keuangan Sakit, DPR Minta Perbaikan dari OJK
Kritik Jokowi Soal Pemindahan Ibu Kota, SBY: Konsepnya Seperti Apa?
Komisi IX Tetap Komitmen Tolak Kenaikan Iuran BPJS
Ekonomi Nyungsep, Ramalan Rizal Ramli 9 Bulan Lalu Yang Jadi Kenyataan
Reuni 212, Konsolidasi Umat atau Parade Pidato?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]