Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Lingkungan    
 
Energi
Riza Patria: Kita Persiapkan Sejak Dini Dalam Era Perebutan Energi
2017-09-02 12:30:06

TERNATE, Berita HUKUM - Saat memberi Sosialisasi Empat Pilar di hadapan ratusan mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate, 30 Agustus 2017, Kota Ternate, Maluku Utara, anggota MPR dari Fraksi Partai Gerindra, Ahmad Riza Patria, mengungkapkan jumlah penduduk di muka bumi ini dari tahun ke tahun mengalami pertambahan yang sangat pesat. Mulai dari 1 miliar jiwa hingga di tahun 2017, mencapai 8 miliar jiwa. "Sementara kapasitas bumi, idealnya 3 sampai 4 miliar jiwa," ujarnya.

Dalam ketakideal jumlah penduduk, diungkapkan setiap detik dan jam, ada anak-anak yang meninggal. Dalam setahun ada 15 juta anak meninggal. "Mereka meninggal karena kelaparan dan kemiskinan," ujar Riza.

Dalam sosialisasi tersebut, dikatakan di negara-negara Timur Tengah, Iran, dan Ukraina, dalam sehari dihasilkan puluhan juta barrel minyak. Meski Timur Tengah kaya minyak namun Riza mengakui di situlah konflik antarnegara dan antar suku terjadi. "Sesungguhnya konflik terjadi karena perebutan energi," ungkapnya.

Energi minyak itu disebut akan habis pada tahun 2056. Habis disebabkan konsumsi energi naik sebanyak 41 persen. Energi fosil disebut sebagai energi yang tak bisa diperbarui.

Bila di negara Timur Tengah kaya akan minyak maka di negara-negara di lintasan equator, seperti Indonesia, merupakan daerah yang kaya karena kesuburan tanah. "Negara ini mempunyai masa cocok tanam sepanjang tahun," paparnya.

Lebih lanjut dipaparkan, pada tahun 2043, jumlah penduduk diprediksi mencapai 12,3 miliar jiwa. Dari jumlah penduduk sebanyak itu, 9,8 miliar jiwa tinggal di daerah non-equator, sedang 2,5 miliar jiwa tinggal di daerah equator. "Inilah yang akan menjadi masalah ke depan," ungkapnya.

Dikatakan, 9,8 miliar penduduk nanti akan mencari energi di daerah equator. "Jadi perebutan energi akan bergeser ke daerah equator," ungkapnya.

Menghadapi hal yang demikian, Riza menegaskan kita harus memaknai bahwa pada tahun 2045, tak ada pilihan lagi kita harus mempertahankan Indonesia karena akan banyak penduduk dari negara lain akan memasuki Indonesia. "Ini ancaman nyata," ujarnya.

Lebih lanjut ditegaskan, tak ada pilihan lain selain mempersiapkan diri dengan baik. Dipastikan kita harus berperan untuk mempertahankan keutuhan bangsa sejak dini. "Dari sekarang kita harus siap membela mempertahankan NKRI," tegasnya.

Riza memberi cara untuk mempertahankan NKRI. Cara itu adalah menguasai ilmu agama. "Karena kita sebagai orang yang beragama," paparnya. Penting yang lain untuk mempertahankan NKRI adalah, mempersiapkan ilmu dan wawasan yang luas, menguasai bahasa asing, menguasai IT. "Mahasiswa harus mempersiapkan diri," ujarnya. "Termasuk mengangkat senjata," tambahnya. Mengangkat senjata merupakan salah satu bentuk bela negara.

Saat ini diakui dari dalam, Indonesia menghadapi tantangan masalah SARA. Ditegaskan soal Pancasila sudah final. "Indonesia penduduknya mayoritas beragama Islam. Untuk itu ummat Islam harus bisa menjadi contoh bagi yang lain," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, anggota MPR dari Kelompok DPD, Bahar Ngitung, mengatakan sumber daya alam yang ada harus dikelola oleh masyarakat sendiri dan untuk kesejahteraan masyarakat sendiri pula. Untuk itu, dirinya mendorong agar mahasiswa mempersiapkan diri.

Bahar Ngitung mendorong mahasiswa berbuat nyata meski sekecil apapun. "Lebih baik kerja nyata meski kecil daripada berkhayal besar," ungkapnya.(MPR/bh/sya)

Share : Facebook |

 
Berita Terkait Energi
Riza Patria: Kita Persiapkan Sejak Dini Dalam Era Perebutan Energi
Jepang Dukung Indonesia Kembangkan Sumber Daya Energi
Lima Penghematan Energi dari Pemerintah
Lingkungan Istana Mengawali Gerakan Hemat Energi Nasional
Jendela Ajaib Dapat Menghemat Energi
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Jelang Pilkada Serentak 2018, Polda Jatim Gelar Sispam
Mintarsih A. Latief Laporkan Majelis Hakim PN Jaksel ke Bawas MA
Budi Waseso Diminta Turun Gunung ke Pilkada Jateng, Relawan Pendukung Terbentuk
Komisi IX DPR Dalami Problem Defisit BPJS Kesehatan
Pemerintah Diingatkan untuk Tak Main-main dengan KTP-El
Panglima TNI: Sampai Kapanpun TNI Tidak Pernah Melupakan Para Pejuang dan Senior
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Polri dan Bea Cukai Membongkar Penyelundupan 600.000 Butir Pil Ekstasi
Setelah 37 Tahun Berkuasa, Presiden Zimbabwe Robert Mugabe Mundur
Dipindahkan dari RSCM ke Rutan KPK, Setnov Pakai Rompi Orange dan Kursi Roda
Gubernur DKI Jakarta Gelar Apel Operasi Siaga Ibukota
Kasau: Indonesia Jaya Expo 2017 Kenalkan TNI AU Lebih Dekat dengan Masyarakat
Forum Alumni Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia Tolak Reklamasi Selamanya
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]