Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Muhammadiyah
Rektor UMS: Muhammadiyah Perlu Merumuskan Peta Jalan Internasionalisasi Gerakan
Wednesday 15 Apr 2015 03:01:06

Seminar Pra-Muktamar Muhammadiyah ke 47 di UMS ini dengan tema; Internasionalisasi Gerakan & Manhaj Muhammadiyah Untuk Kemanusiaan Universal di Aula Djazman Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Selasa (14/4).(Foto: Istimewa)
SURAKARTA, Berita HUKUM - Muhammadiyah tidak berwarna secara mazhabi, tetapi mempunyai warna dalam nilai luhur dan universal. Hal itu disampaikan Rektor UMS, Bambang Setiadji, dalam Pembukaan Seminar Pra-Muktamar Muhammadiyah ke 47 di Aula Djazman Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Selasa (14/4).

Karakteristik itu, kata Bambang, membuat wujud internasionalisasi Muhammadiyah berbeda. Ia menggambarkan dengan adanya HTI, Ahmadiyah, Ikhwanul Muslimin, Jamaah Tabligh, dan gerakan Internasional lainnya. Sebagai gerakan islam modern yang tidak bermazhab, energi Muhammadiyah tidak henti-hentinya mengalir, mencermati, mewacanakan, bahkan bertindak dalam hubungan Internasional, baik bidang politik, ekonomi, maupun budaya.

Menurut Bambang Setiadji, Muhammadiyah masih mempunyai standing position tertentu, terhadap modal asing yang berpotensi merugikan rakyat Indonesia, “Muhammadiyah paling aktif berwacana dan bahkan menggunggat kekuatan modal asing terutama yang merusak lingkungan, atau memiliki skema perjanjian yang kurang adil.

Menurutnya Internasionalisasi Muhammadiyah dimulai ketika Kiai Ahmad Dahlan pergi haji dan berangkat belajar ke Mekkah dan Madinah. Beliau membawa pandangan baru tentang Islam dan Kemajuan.

Seminar Pra-Muktamar Muhammadiyah ke 47 di UMS ini dengan tema; Internasionalisasi Gerakan & Manhaj Muhammadiyah Untuk Kemanusiaan Universal diisi dengan 3 kali sesi materi: 1. Peran dan kontribusi Muhammadiyah di Dunia Internasional: Catatan Sejarah, bersama Azyumardi Azra dan Bachtiar Effendi (para guru besar UIN Jakarta). Materi ke dua, Merumuskan Pola dan Konsep Internasionalisasi Muhammadiyah ke Depan serta merumuskan road map Internasionalisasi Muhammadiyah bersama Rektor UMS, Hilman Latif (UMY), Ahmad Najib Burhani. Materi ketiga menemukan aspek unggul Muhammadiyah untuk internasionalisasi Gerakan bersama Syafiq Mughni (Ketua PP Muhammadiyah), Dahlan Rais (Ketua PP Muhammadiyah) dan Abdul Mu’ti (Sekretaris PP Muhammadiyah).(dzar/muhammadiyah/bh/sya)


 
Berita Terkait Muhammadiyah
 
Gedung 13 Lantai RS Roemani Resmi Berdiri, Muhammadiyah Dobrak Mitos Angka Horor!
 
Kalender Hijriah Global Tunggal: Lompatan Ijtihad Muhammadiyah
 
Jusuf Kalla Sebut Pikiran Moderat Haedar Nashir Diperlukan Indonesia
 
Tiga Hal yang Perlu Dipegang Penggerak Persyarikatan Setelah Muhammadiyah Berumur 111 Tahun
 
106 Tahun Muhammadiyah Berdiri Tegak Tidak Berpolitik Praktis, Berpegang pada Khittah
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
KAI Luncurkan Nusantara Explorer, Kereta Mewah yang Siap Ubah Wajah Pariwisata Indonesia
Purbaya curhat: Saya menteri paling tidak beruntung di dunia
KPK Petakan 3 Titik Rawan Korupsi APBD, Mitigasi Potensi Kebocoran Daerah Capai Rp2,37 Triliun
RUU Perampasan Aset Masih Ada di Prolegnas Prioritas 2026, DPR-Pemerintah Concern Membahas
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]