Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Muhammadiyah
Refleksi Akhir Tahun 2019, PW Muhammadiyah Gorontalo Gelar Konfrensi Pers
2019-12-30 06:58:11

Para Pengurus Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Gorontalo saat menggelar jumpa pers di Masjid Darul Arqam.(Foto: BH /ra)
GORONTALO, Berita HUKUM - Dalam rangka refleksi akhir tahun 2019, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Provinsi Gorontalo menggelar konferensi pers di Mesjid Darul Arqam Kota Gorontalo, Sabtu (28/12).

Yang hadir pada acara ini anrtara lain, Ketua PWM Provinsi Gorontalo Prof. Dr. H. Abd. Kadim Masaong, M.Pd, Wakil Ketua PWM Dr. Lukman Arsyad, M.Pd, Sekretaris PWM Dr. Salahaudin Pakaya, MH, Bendahara PWM Dr. Sabara Karim Ngou, M.Pd.i, Ketua PDM Kota Gorontalo Dr. H. Arfan A. Tilome, M.HI, Wakil Rektor 3 UMGo Dr. Ir. Hasim, M.Si serta hadir pula dari Pemuda Muhammadiyah, Ikatan Pelajar Muhammadiyah dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah.

Agenda tahunan ini dalam rangka mengevaluasi program kerja Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM), Diantaranya pembangunan Masjid Darul Arqam, Pabrik Air Minum dalam kemasan Qmas M, dan perkembangan Pesantren At-Tanwir.

Ketua PWM Prof. Kadir Masaong dalam keterangannya kepada awak media menjelaskan bahwa Muhammadiyah Gorontalo masih termasuk tertinggal jika dibanding dengan Muhammadiyah Wilayah Provinsi yang lain. "Maka kami bersepakat, periode 2015-2020 kita mencoba membangun pondasi untuk bisa eksis dan bisa menjaga ketertinggalan dari Muhammadiyah Wilayah yang lain termasuk di bidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi," ungkap Kadir Masaong.

"Untuk Pembangunan Mesjid Darul Arqam, target selesai tahun 2020, nanti bulan februari kira-kira di umumkan, kita akan lihat progressnya menjelang puasa, sampai dengan sekarang anggaran yang di keluarkan kurang lebih sudah 9 Milyar dari total perencanaan 15 Milyar," tambah Prof Kadir.

Sedangkan dari Sekretaris PWM, Dr. Salahudin Pakaya, MH dan juga sebagai Direktur utama pabrik Qmas menjelaskan tentang pembangunan pabrik Air Minum yang ada di Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.

"Salah satu keberanian Muhammadiyah Gorontalo adalah mendirikan usaha pabrik Q-mas M yang bertempat di Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango. Ini satu langkah kemajuan kami, Kami organisasi Muhammadiyah berkomitmen untuk tidak akan berharap mendapatkan sentuhan dari eksternal, dan kalaupun ada bantuan dari luar, tentu hanya dalam bentuk partisipasi," tegas Salahudin.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Gorontalo, Dr. H. Arfan A. Tilome, M.HI mengharapkan dari regenerasi Muhammadiyah ini adalah kader umat dan kader bangsa dan kader muslimah dan ini yang menjadi bagian dari tujuan pendidikan di Muhammadiyah, terus terang saja, lanjut Arfan, untuk menjadi kader bangsa boleh dikata sudah banyak, tetapi untuk menjadi kader umat masih kurang, contohnya yaitu yang membina umat di akar rumput, yang membina umat di masjid-masjid, yang membina umat di pengajian-pengajian itu yang masih kurang, dan itu hanya boleh di cetak lewat pondok pesantren.

"Kompetensi kedepan itu, memang cukup menantang, oleh sebab itu penguasaan bahasa asing sangat penting sekali, dan Alhamdulillah itu kita terapkan di pondok pesantren, bapak ibu bisa uji mereka dengan bahasa inggris dan bahasa arab, sehingga kedepannya di era kemanusiaan yang sudah terbuka antar negara, eksport SDM sudah menjadi hal yang lumrah, orang Indonesia bekerja di luar Negeri begitu juga sebaliknya, orang asing bekerja di Indonesia sudah biasa itu, itulah sebabnya yang menjadi fokus kami, bagaimana kader Muhammadiyah ini tidak tertinggal," pungkas Arfan.(bh/ra)


 
Berita Terkait Muhammadiyah
 
Siap-siap, Museum Muhammadiyah Bakal Dibuka Bulan November
 
Idul Adha: Muhammadiyah Dorong Kurban untuk Ketahanan Pangan dan Ekonomi Berkelanjutan
 
Ciri Muhammadiyah Berdaulat Melakukan Amar Ma'ruf Nahi Munkar Secara Cerdas dan Jernih
 
Utang Pemerintah Indonesia ke Muhammadiyah Capai Rp 1,2 Triliun
 
Refleksi Akhir Tahun 2019, PW Muhammadiyah Gorontalo Gelar Konfrensi Pers
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Demo Ciptaker, BEM SI Ultimatum Jokowi untuk Terbitkan Perppu dalam 8x24 Jam
Setahun Jokowi-Ma'ruf, Indef: Pembangunan Infrastruktur Salah Perencanaan dan Wariskan Utang Rp 20,5 Juta Per Penduduk RI
Pasal-pasal Oligarkis yang Penuh Konflik Kepentingan Pebisnis Tambang dan Energi Kotor di UU Cipta Kerja
Polisi: Diduga Cai Changpan Memilih Bunuh Diri karena Terdesak
Siap Demo Besar- besaran, 5 Ribu Mahasiswa Bakal Kepung Istana Besok
UU Cipta Kerja: Mendobrak Kelambanan Birokrasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Demo Ciptaker, BEM SI Ultimatum Jokowi untuk Terbitkan Perppu dalam 8x24 Jam
Setahun Jokowi-Ma'ruf, Indef: Pembangunan Infrastruktur Salah Perencanaan dan Wariskan Utang Rp 20,5 Juta Per Penduduk RI
Sudah Siapkan Koper, Akankah Din Syamsuddin Ditangkap?
PKS Sesalkan UU ITE Dijadikan Dasar Penetapan Tersangka Aktivis KAMI
Indonesia Masuk Top 10 'Tukang Utang', Iwan Sumule: Kalau Kata Jokowi, Masih Lebih Baik Dari Negara Lain
Presidium KAMI Harus Turun Tangan Membela 3 Petinggi KAMI Yang Ditangkap Polisi
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]