Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

EkBis    
 
Investasi
Realisasi Investasi di Indonesia Catat Rekor Tertinggi
Saturday 26 Apr 2014 13:33:14

Grafik Realisasi Investasi Kemajuan Triwulan I 2014.(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengumumkan, realisasi investasi proyek penanaman modal pada triwulan I (Januari-Maret) tahun 2014 mencapai Rp106,6 triliun. Angka ini merupakan peningkatan sebesar 14,6 persen persen bila dibandingkan dengan capaian periode yang sama pada tahun 2013 yang sebesar Rp93 triliun.

“Angka ini merupakan rekor tertinggi dan ketiga kalinya sejak triwulan III/2013 menembus angka Rp100 triliun,” kata Kepala BKPM Mahendra Siregar di kantor BKPM Jakarta, Kamis (24/4).

Menurut Mahendra, realisasi investasi sebesar Rp106,6 triliun itu terdiri dari realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp34,6 triliun atau hampir mencapai setengahnya (48 persen), serta realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) yang sebesar Rp72 triliun.

Realisasi investasi PMDN pada periode triwulan I/2014 ini, jelas Mahendra, meningkat 25,9 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2013, yakni dari nilai realisasi investasi Rp27,5 triliun pada periode triwulan I/2013 menjadi Rp34,6 triliun pada periode yang sama tahun 2014 ini.

Adapun realisasi investasi PMA pada periode triwulan I/2014 jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2013 juga meningkat sebesar 9,8 persen dari Rp65,5 triliun pada triwulan I/2013 lalu menjadi Rp72 triliun pada periode yang sama tahun 2014 ini.

Kepala BKPM itu menyebutkan, kegiatan investasi di triwulan I/2014 ini tetap berlangsung dengan baik dan meningkat dibanding periode yang sama tahun 2013, di tengah-tengah pelaksanaan Pemilihan Umum.

“Hal ini dapat diartikan bahwa kepercayaan investor terhadap stabilitas politik dan kualitas demokrasi Indonesia, semakin baik," ujar Mahendra.

JIka dirinci sesuai sektor usaha, menurut Mahendra, realisasi investasi PMDN di sektor listrik, gas dan air mencapai Rp11,3 triliun. Selanjutnya, investasi sektor industri makanan mencapai Rp4,8 triliun. Sektor perumahan, kawasan industri dan perkantoran mencapai Rp4,6 triliun. Sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi mencapai Rp3,1 triliun, serta sektor konstruksi sebesar Rp2,3 triliun.

"Apabila seluruh sektor industri digabung, maka terlihat bahwa industri memberikan kontribusi sebesar Rp11,1 triliun atau 32,1 persen dari total PMDN," papar Mahendra.

Adapun lima besar sektor usaha yang meraup investasi PMA terbesar adalah sektor pertambangan mencapai 1,7 miliar dollar AS; sektor industri makanan 0,8 miliar dollar AS; sektor industri alat angkutan dan transportasi lainnya 0,6 miliar dollar AS; sektor tanaman pangan dan perkebunan 0,6 miliar dollar AS; dan sektor industri kertas, barang dari kertas dan percetakan 0,5 miliar dollar AS.

"Apabila seluruh sektor industri digabung, maka sektor industri memberikan kontribusi sebesar 3,5 miliar dollar AS atau 50,9 persen dari total PMA," terang Mahendra.

Dari sisi sebaran investasi, menurut Mahendra Siregar, porsi realisasi investasi di Jawa lebih besar dibandingkan di luar Jawa dimana realisasi investasi di Jawa mencapai Rp 62 triliun dan realisasi investasi di luar Jawa sebesar Rp 44 triliun.(Humas BKPM/ES/skb/bhc/sya)


 
Berita Terkait Investasi
 
Lawan Investasi Bodong, Anis Byarwati Dorong Industri Keuangan Tingkatkan Literasi Bagi Publik
 
Abdul Hakim Minta Pemerintah Responsif Skandal Jatuhnya Kredibilitas EoDB Bank Dunia
 
Penundaan Mega Proyek Investasi Foxconn Tak Beralasan
 
Realisasi Investasi di Indonesia Catat Rekor Tertinggi
 
Nilai Investasinya 35 Miliar Dollar, Pemerintah Siapkan 25 Proyek Berkala Besar
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah
Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit
Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional
Sinyal keterlibatan Menhut Raja Juli dalam kasus korupsi Bupati Kuansing Suhardiman Amby
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]