Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Pilpres
Real Count C1 TPS oleh BPN Sudah 600 Ribu Lebih, Prabowo-Sandi Menang 62 Persen
2019-04-19 13:55:10

Ilustrasi. Tampak saat petugas TPS menghitung form perolehan C1 plano untuk suara Pilpres 2019, Rabu (17/4).(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Arief Poyuono Waketum Gerindra menerangkan kalau Real Count dengan jumlah C1 plano yang sudah terkumpul di tim BPN hingga kini mencapai 600 ribu lebih TPS dan tdak ada -pergeseran yang signifikan yaitu 02 pasangan Prabowo- Sandi tetap diangka perolehan 62% dan pasangan Joko Widodo - Maruf Amin 38 %.

"Mari para pendukung Joko Widodo Maruf Amin kita bersatu membangun negeri, hilangkan rasa benci, bergembiralah karena Prabowo-Sandi adalah Presiden dan Wakil Presiden kita semua," ucap Arief, di Jakarta, Jumat (19/4).

Di satu sisi, sedari kesemua TPS daerah Tanjung Priok yang menjadi sebuah daerah miniature Indonesia, dimana semua suku, agama, ras tinggal bermukim disana.

"Joko Widodo - Maruf Amin kalah telak, cuma dapat 40 persen dan Prabowo Sandi 60 persen," ungkap Arief Poyuono, salah seorang juru bicara BPN ini memberikan pernyataan.

Arief juga mengatakan, bagaimana mau menang Joko Widodo-Maruf Amin. "Ukurannya gampang, di Tanjung Priuk, Koja Jakarta Utara Joko Widodo - Maruf Amin kalah telak," cetusnya.

"Yang paling ngeri lagi, TPS di rumah Pak Maruf Amin di jalan Deli gang 27 RW 09 kelurahan Koja, kalah telak," tegas Arief.

Selanjutnya, Waketum Partai berlambang Kepala Burung Garuda berwarna Keemasan itu menyampaikan, "Mari masyarakat Indonesia kita songsong Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Sandiaga untuk kembali membangun Indonesia," ujarnya..

Disamping itu, Dirinya mengatakan bahwa satu catatan, jangan KPU di daerah-daerah coba-coba melakukan kecurangan dengan merubah perolehan suara Prabowo-Sandi pada dokumen C1 yang di upload ke KPU. Akan bisa menimbulkan kekacauan. Akan mahal harganya," terang Arief.

"KPU Pusat, Bawaslu seluruh Indonesia harus benar-benar mengawasi Perhitungan suara manual dengan seksama agar tidak ada kecurangan nantinya," pungkas Arief Poyuono.(bh/mnd)


 
Berita Terkait Pilpres
 
Beredar 'Bocoran' Putusan Pilpres di Medsos, MK: Bukan dari Kami
 
Selain Megawati, Habib Rizieq dan Din Syamsuddin Juga Ajukan Amicus Curiae
 
Ahli dari Kubu Prabowo Sebut Pencalonan Gibran Sesuai Putusan 90, Hakim MK Bilang Begini
 
Bertemu Ketua MA, Mahfud MD Minta Pasangan Prabowo-Gibran Didiskualifikasi di MK
 
Tak Mau Buru-buru Soal Hasil Pemilu, Koalisi Amin Kompak Tunggu Pengumuman KPU
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]