Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Tahun Baru
Rayakan Tahun Baru, Dilarang Konvoi Mobil Bak Terbuka
Monday 26 Dec 2011 20:05:22

Ilustrasi (Foto: Ist)
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) Untuk menjaga ketertiban dan situasi kondusif saat perayaan malam pergantian tahun di ibu kota, Polda Metro Jaya melarang Jakarta dan sekitarnya melakukan konvoi menggunakan kendaraan bak terbuka. Jika aturan ini tak dipenuhi, petugas akan memberlakukan sanksi tilang bagi siapa pun yang melanggarnya.

Imbauan ini dikluarkan, karena selama ini konvoi yang dilakukan warga, terutama menggunakan kendaraan bak terbuka, kerap membuat kemacetan serta membahayakan keselamatan. Pengguna kendaraan yang berkonvoi, juga kerap melanggar peraturan lalu lintas seperti, penggunaan mobil bak terbuka untuk penumpang, melebihi kapasitas muatan ataupun para pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm.

"Sanksinya tilang. Kami sudah jauh-jauh hari memberitahukan hal ini. Kendaraan yang tidak dilengkapi dengan surat-surat juga akan akan kami tilang," kata Direktur Lalu lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Dwi Sigit Nurmantyas kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Senin (26/12).

Meski demikian, diungkapkan Sigit, adanya larangan ini bukan berarti warga Jakarta tidak boleh berpergian merayakan tahun baru. Namun, hal bertujuan agar pergantian tahun baru dapat berjalan aman dan tertib. "Kami tidak melarang warga untuk berpergian. Silahkan berpergian, tapi tetap harus tertib berlalu lintas," katanya.

Sementara itu, Polda Metro Jaya juga telah mengeluarkan surat edaran yang berisi larangan terhadap pemilik truk untuk tidak menyewakan armadanya untuk konvoi atau arak-arakan saat malam tahun baru nanti. Sosialisasi ke pangkalan-pangkalan truk yang ada di seluruh Jakarta seperti pangkalan truk di Penjernihan, Kramatjati dan Kalibata telah dilakukan sejak 9 Desember lalu.

"Sosialisasi ini merupakan bagian dari Operasi Lilin 2011 yang bertujuan memberikan imbauan kepada pemilik truk agar armadanya tidak disewakan untuk mengangkut orang, terutama untuk arak-arakan saat malam tahun baru nanti. Sejauh ini, setidaknya kami sudah menyosialisasikan hal ini di 12 pangkalan truk di Jakarta," ungkap Sigit.

Selain itu, untuk mencegah kepadatan lalu lintas saat malam pergantian tahun, pihaknya akan menerapkan sistem buka tutup arus lalu lintas yang disesuaikan dengan kebutuhan. Pihaknya juga melakukan koordinasi dengan Jasa Marga untuk menutup pintu tol Semanggi 1 dan Ancol, jika diperlukan.(bjc/irw)

Share : |

 
Berita Terkait Tahun Baru
JAKTV akan Gelar Zikir Nasional Akhir Tahun 2017
Malam Tahun Baru, Polda Siapkan Pengalihan Arus
Rayakan Tahun Baru, Dilarang Konvoi Mobil Bak Terbuka
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Desa Tanjung Agung Bangun Gudang Desa
Muhammad Syafrudin: Pemberdayaan SDM Penting di Daerah Kepulauan
Diduga Kasus Tambang di Bukit Soeharto, Kejati Kaltim Geledah Kantor PT Kaltim Batu Manunggal
Defisit BPJS Kesehatan Harus Diselesaikan Secara Komprehensif
Kanada Bebaskan Putri Pendiri Huawei, Proses Ekstradisi Tetap Berjalan
FOKAN Minta Para Capres-Cawapres 2019 Serius Canangkan Program P4GN
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Diduga Kasus Tambang di Bukit Soeharto, Kejati Kaltim Geledah Kantor PT Kaltim Batu Manunggal
Kapolda Metro Jaya Memerintahkan untuk Ungkap Pelaku Anarkis di Polsek Ciracas
Hakim Kabulkan Permohonan Tahanan Kota Alphad Syarif Ketua DPRD Samarinda
Polisi Tangkap 4 Tersangka Pembobol Kartu Kredit di Bandung dan Medan
Ditjen AHU Kemenkumham Raih Penghargaan Zona Integritas WBK/WBBM 2018 dari KemenPAN RB
Kasus Jurnalis Yusro Hasibuan, Lemkapi: Wartawan Harus Bisa Memilah Tugas Jurnalistik dengan Penyebaran Berita Bohong
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]