Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Bola
Ray Whelan Pimpinan Rekanan Piala Dunia Buron
Friday 11 Jul 2014 07:27:04

Hakim menerima dakwaan terhadap Whelan dan 11 orang lainnya.(Foto: Istimewa)
BRASIL, Berita HUKUM - Ray Whelan, pimpinan rekanan FIFA Match Hospitality, yang diduga terlibat dalam penjualan karcis gelap, melarikan diri dari penahanan di Rio de Janeiro, kata polisi Brasil.

Komandan polisi Fabio Barucke mengatakan Whelan secara resmi dipandang sebagai buron.

Sebelumnya pada hari, Kamis (10/7) seorang hakim menyetujui dakwaan yang ditujukan kepada Whelan - yang berkewarganegaraan Inggris - dan 11 orang lainnya.

Kelompok internasional dilaporkan mendapatkan sekitar US$90 juta pada setiap kejuaraan dan kemungkinan beroperasi di empat Piala Dunia.

Gang ini diyakini mendapatkan keuntungan dengan menguasai dan menjual tiket VIP secara gelap.
Whelan sendiri menyangkal melakukan kesalahan.

Sudah pergi

Polisi di Rio de Janeiro mengatakan ketika mereka memasuki kamar Whelan di hotel eksklusif Copacabana Palace, dia sudah tidak berada di sana.

Mereka diberitahu Whelan sudah pergi meninggalkan tempat itu satu jam sebelumnya.

Kepada BBC para penyelidik Brasil mengatakan penipuan karcis itu hanya puncak gunung es.

Sebuah sindikat yang menjual ribuan karcis VIP ditangkap hari Selasa lalu. Tetapi polisi meyakini bahwa operasi mereka bisa berjalan berkat bantuan pejabat penting sepak bola.

Jaksa di Rio de Janeiro, Marcos Kac, mengatakan pihaknya menemukan karcis yang berasal dari sejumlah federasi sepak bola.

Para pejabat FIFA mengatakan mereka tak bisa menanggapi penyelidikan yang sedang berlangsung, namun berjanji untuk mengambil tindakan terhadap siapa pun yang memperjual-belikan karcis secara ilegal.

Sementara, Kepolisian Brasil menyatakan 12 orang, termasuk seorang direktur sebuah perusahaan layanan tur Piala Dunia, resmi dijadikan tersangka penjualan tiket ilegal.

Ray Whelan, yang bekerja untuk sebuah perusahaan mitra FIFA, ditangkap bersama sejumlah orang lain di Rio de Janeiro pekan lalu, dengan tuduhan menjual karcis yang sebenarnya diperuntukkan untuk ofisial tim dan sponsor.

Whelan menyangkal tuduhan itu, namun sudah mengembalikan akreditasi Piala Dunia kepada FIFA.

Reaksi FIFA

Jaksa di Rio de Janeiro, Marcos Kac, mengatakan pihaknya menemukan karcis yang berasal dari sejumlah federasi sepak bola.

"Kami mendapatkan karcis yang berasal dari konfederasi sepak bola Brasil, Spanyol, dan Argentina. Sebagian besar karcis VIP. Dan tanggapan FIFA? Sekarang ini, tidak ada sama sekali. Ini aneh," kata Kac.

Para pejabat FIFA mengatakan mereka tak bisa menanggapi penyelidikan yang sedang berlangsung, namun berjanji untuk mengambil tindakan terhadap siapa pun yang memperjual-belikan karcis secara ilegal.(BBC/bhc/sya)


 
Berita Terkait Bola
 
Menang 5-2 Lawan Thailand, Timnas Sepakbola Indonesia Raih Medali Emas SEA Games 2023: Penantian 32 Tahun
 
Sukamta Minta Indonesia Konsisten pada Amanat UUD 1945
 
Korban Tragedi Kanjuruhan Gugat Jokowi hingga Arema, Tuntut Ganti Rugi Rp62 Miliar
 
Mochamad Iriawan Diminta Mundur dari Ketua Umum PSSI
 
Polisi Tetapkan 6 Tersangka, Kasus Tragedi Kanjuruhan Malang
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]