Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Relawan Jokowi
Raker dan Konsolidasi Sekber Relawan Jokowi
Saturday 30 Nov 2013 21:54:32

Relawan Jokowi Kumpul di Gedung Juang 45, Sabtu,30/11 (Foto:BH/rat)
JAKARTA, Berita HUKUM – Gubernur DKI Jakarta, terus menjadi fenomena dalam kancah perpolitikan di Indonesia saat ini. Kesederhanaan dan gaya kepemimpinannya yang sangat dirindukan oleh rakyat, membuat kalang kabut lawan-lawan politiknya.

Bertempat di Gedung Juang 45, Sabtu (30/11), para relawan yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia hadir untuk mengikuti acara Raker dan Konsolidasi Jokowi Sedunia. Menurut koordinator Sekber Relawan Jokowi, Efendi Saman, acara raker dan konsolidiasi relawan Jokowi Sedunia, diikuti oleh berbagai perwakilan yang datang dari berbagai wilayah di Indonesia.

“Ada sekitar enam belas atau dua puluh perwakilan dari berbagai propinsi di Indonesia, kali ini hadir untuk mengikuti acara raker dan konsolidasi ini, mereka ada yang dari Aceh, Bali, NTT, Jawa Timur, dan lain-lainya,”jelas Efendi Saman.

Berbagai pandangan dari masing-masing relawan, terutama dari daerah-daerah muncul. Bunda Peni, relawan Jokowi dari nganjuk yang sengaja datang langsung dari kampung halamannya, memberikan pandangan yang cukup bernas.

Harapannya, lanjut Bunda Peni, Bu Megawati, dalam hal ini Partai PDIP, yang mengklaim partainya wong cilik, secepatnya menetapkan Jokowi sebagai capres untuk maju sebagai RI-1, untuk 2014.

“Paling tidak penetapannya, sebelum Pileg 2014, karena ini peluang yang sangat bagus buat PDIP sendiri. Dan perlu diingat, Jokowi tidak pernah meminta untuk menjadi presiden, tetapi ini permintaan rakyat, artinya kalau PDIP menyia-menyiakan kesempatan ini, maka akan dipertanyakan pula keberpihakannya terhadap wong cilik,”jelas Bunda Peni.

Beberapa relawan juga mengapresiasi apa yang disampaikan oleh Bunda Peni, bahkan salah seorang relawan, memberikan pernyataan, apabila PDIP tidak menetapkan Jokowi sebagai Capres 2014, itu artinya PDIP bunuh diri, dan silahkan mau menjadi oposisi selamanya. Dan kemungkinan besar Jokowi diambil oleh partai-partai lain, peluanganya sangat besar.

Terkait berbagai hal yang muncul terkait kondisi Jokowi yang saat ini menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, dalam dialog pada raker dan konsolidasi yang dipandu langsung oleh Efendi Saman tersebut juga mengemuka. Usulan agar Jokowi menyelesaikan tugasnya sebagai orang nomor satu di DKI Jakarta sampai habis masa jabatannya, lima tahun dan baru tahun 2019 maju sebagai presiden, dengan pertimbangan agar tuntas membenahi Jakarta, terlebih dahulu.

Bahwa pembenahan DKI Jakarta tidak serta merta bisa diselesaikan oleh Gubernur semata, karena banyak hal di wilayah DKI Jakarta yang menjadi porsi nasional.

Akhirnya raker dan konsolidasi Relawan Jokowi Sedunia, sepakat bahwa Jokowi sebagai capres 2014, sebelum pileg 2014 sudah ditetapkan.(bhc/rat)


 
Berita Terkait Relawan Jokowi
 
Raker dan Konsolidasi Sekber Relawan Jokowi
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]