Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Polisi
Putri Korban Tabrak Oknum Polisi Malah Dijadikan Tersangka
Thursday 07 Nov 2013 10:16:36

Putri (13Th) Siswi kelas II MTsN Model Banda Aceh, didampingi Ibu kandungnya Mursyida.(Foto: BeritaHUKUM.com/kar)
ACEH, Berita HUKUM - Sudah jatuh ketimpa tangga, itulah sebutan yang pantas bagi Putri (13Th) Siswi kelas II MTsN Model Banda Aceh, usai ditabrak Briptu MH (29T) dengan mobil dinas Polisi kini di jadikan tersangka. Peristiwa naas itu terjadi setahun lalu, tepatnya 4 November 2012 menyebabkan, tulang pinggulnya lepas dan kaki kirinya patah, saat ini justru Korban dijadikan tersangka.

Menurut Ibu kandungnya Mursyida (38Th), saat ditemui awak media ini di rumahnya Jalan Jamaah Lorong Sahabat, Gampong Beurawe, Banda Aceh, Selasa (6/11), mengatakan pada saat kejadian Putri bersama temannya dengan mengendarai sepeda motor jenis Suzuki Nex BL 3029 LAK pergi jalan jalan sore.

Saat keluar dari persimpangan Jalan Teungku Abdulsalam, Gampong Blang Oi, Banda Aceh, sepeda motornya disambar mobil operasional Polisi Nomor 112-29 yang dikendarai Briptu MH, dari Unit Satuan Lalu Lintas Polres Aceh Besar, dan sepeda motor yang saya kendarai terpental," ujar Putri.

Sehingga tubuh saya terbanting ke aspal yang menyebabkan tulang pinggang sebelah kirinya lepas, kaki kirinya patah. Menurut Diagnosa dokter menyebutkan kantong kemihnya juga bocor, pada awak media Putri menuturkan, "Saya tidak sadarkan diri lagi sehabis kejadian, teman saya cuma lecet-lecet," ujar Putri, didampingi ibunya Mursyida.

Menurut Mursyida, Putri kemudian menjalani operasi di RSU Fakinah Banda Aceh, malam itu juga usai menjalani operasi, kondisinya tak sempurna lagi, Putri masih belum bisa berjalan, kecuali dengan bantuan tongkat di ketiak kiri kanan, hingga saat ini, Putri masih sering mengeluh sakit di pinggang kiri dan perut.

Keluarganya sempat membawa Putri ke Rumah Sakit di Medan (Sumatera Utara), namun kondisinya tak kunjung membaik, Keluarganya juga sempat membawa Putri ke Rumah sakit di pulau Penang (Malaysia), pada Agustus lalu, namun kesembuhan bagi Putri harus menunggu waktu.

"Namun keluarganya saat ini merasa resah dengan surat pemanggilan dari Polresta Banda Aceh yang menyebutnya sebagai tersangka, Putri sudah 2 kali mendapat surat panggilan pemeriksaan tersebut, pertama pada 24 Juli dan 5 Oktober.

Dalam surat panggilan itu disebutkan Putri dijerat Pasal 310 ayat 1 dan 2 Undang-Undang RI Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas, namun pemanggilan tersebut belum pernah diindahkan Putri, sehingga dalam surat pemberitahuan selanjutnya penyidik menyebutkan kasus ini belum bisa dilimpahkan ke penuntut umum, karena tersangka belum memberi keterangan.

Dengan surat panggilan kedua itu, keluarga korban yang merencanakan membawa Putri menjalani operasi kedua ke RS Penang, terpaksa dibatalkan. Kami belum berani bawa karena ada surat pemanggilan itu," sebut Mursyida.(bhc/kar)


 
Berita Terkait Polisi
 
Oknum Satreskrim Polres Bekasi Dituding Arogan kepada Seorang Warga Taman Beverly Lippo Cikarang Bekasi
 
Johan Budi Usul Polisi Nakal Jangan Dimutasi
 
Tayangan Patroli Polisi Mengundang Reaksi
 
Viral!! Sopir Truk Dipalak Bawang Sekarung, Oknum Polantas Bandara Soetta Ini Dimutasi
 
Tindak Tegas Oknum Polisi yang Mempermalukan Institusi Polri
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Untitled Document

  Berita Utama >
   
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]