Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Wikipedia
Protes RUU, Wikipedia Tutup Sementara Layananan
Wednesday 18 Jan 2012 13:50:19

Wikipedia mengumumkan untuk menghentikan layanannya sementara (Foto: Wikipedia.org)
WASHINGTON (BeritaHUKUM.com) – Wikipedia berencana menutup layanan berbahasa Inggrisnya mulai Rabu (18/1) ini. Hal itu dilakukan sebagai bentuk protes terhadap Rancangan Undang-undang (RUU) Antipembajakan di Amerika Serikat (AS). Namun, layanan Twitter menolak ikut mogok.


Situs dengan konten yang juga dibangun pengguna lainnya, seperti Reddit dan blog Boing Boing juga menyatakan akan ikut ambil bagian dalam agenda "penutupan" itu. mereka menentang RUU Penghentian Pembajakan (Sopa) serta RUU Perlindungan terhadap Hak Intelektual (Pipa) yang kini sedang diperdebatkan di Kongres AS.

"Pendukung Sopa melukiskan penentang RUU ini sebagai kelompok yang ingin melegalkan pembajakan atau mendukung pembajakan. Padahal, bukan itu sesungguhnya dari masalah tersebut. Persoalannya adalah bahwa RUU ini sangat berlebihan dan disusun dengan buruk, sehingga berdampak pada seluruh aspek yang tidak ada hubungannya dengan upaya menghentikan pembajakan," kata pendiri Wikipedia, Jimmy Wales kepada BBC.

Meski demikian, pengelola Wikipedia menyatakan bahwa administrator untuk layanan bahasa Inggrisnya tetap akan meneruskan rencana protes dengan menutup sementara layanannya dengan alasan bahwa kedua RUU itu akan menghancurkan dunia web yang terbuka dan bebas.

"Kami tidak yakin Sopa akan luruh, sementara Pipa masih terus diproses. Lebih lagi Sopa dan Pipa cuma dua dari serangkaian indikasi bahwa ada masalah lebih besar. Di seluruh dunia, kami melihat munculnya perkembangan dimana legislasi dibuat untuk melawan pembajakan online atau dengan kata lain mengatur internet, yang pada akhirnya menentang kebebasan berinternet."

Sebelumnya, pada akhir pekan lalu, Gedung Putih mengeluarkan pernyataan yang banyak ditafsir sebagai dukungan terhadap kritik pada pengajuan RUU tersebut. Kubu pendukung RUU ini, terdapat nama kuat seperti pemilik News Corporation, Rupert Murdoch. Sedangkan situs-situs yang berniat menggelar aksi protes akan menghentikan layanan mereka selama 24 jam terhitung mulai tengah malam waktu setempat ini.(bbc/sya)


 
Berita Terkait Wikipedia
 
• Artikel Yang Paling Banyak Dicari di Wikipedia Indonesia
 
• Protes RUU, Wikipedia Tutup Sementara Layananan
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]