Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Samarinda
Pria Gangguan Jiwa Mengamuk Hingga Tewaskan 3 Orang dan 8 Lainnya Luka-Luka di Samarinda
Thursday 28 May 2015 20:21:18

Suasana apotek Mustang pasca pembunuhan.(Foto: kaltimpost)
SAMARINDA, Berita HUKUM - Seorang pria di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) yang diketahui barnama Tamrin Nur (38) warga Jl. Dr. Soetomo pada, Selasa siang (19/5) lalu mengamuk dan menyerang warga dengan membabi buta di Jalan Pulau Kalimantan, Kota Samarinda, mengakibatkan 3 orang tewas dan delapan orang lainnya mengalami luka-luka.

Sejumlah saksi mata di lokasi kejadian, menyebutkan ketiga orang korban tewas masing-masing; Rusdiana yang merupakan seorang bidan yang menderita luka di leher, dan Wagio yang ditikam pelaku dan sempat terjatuh dari lantai tiga Toko Obat Mustang yang terletak di jalan Kalimantan no 63, Samarinda.

Delapan orang yang mengalami luka-luka dirawat di sejumlah rumah sakit di Samarinda, masing-masing 2 orang di Rumah Sakit Dirgahayu, 4 orang di RSUD AW Sjahranie, 1 korban di Rumah Sakit Islam, dan 1 orang korban lagi di Rumah Sakit Bakti Nugraha.

Sementara, saksi mata di tempat kejadian, Desi (27) yang merupakan karyawan toko Obat Mustang mengatakan, Dia (Tamrin Nur) tiba-tiba naik ke lantai 3 Toko Obat Mustang kemudian mengamuk dan membakar genset, kami terjebak dan tidak bisa keluar sebab pintu toko ditutup, kemudian pelaku menyerang membabi buta dengan menggunakan pisau, ujar Desi.

"Dia (pelaku) tiba- tiba naik ke lantai 3 toko mustang dan membakar genset dan menutup pintu, ksmi terjebak. Pelaku menyerang membabi buta dengan pisau mengakibat banyak teman terluka," ujar Desi.

Saksi mata lainnya, Zainal (30), mengatakan, pelaku sempat berduel dengan salah seorang karyawan toko obat Mustang, sehingga pelaku juga terluka terkena tikaman, namun Tamrin Nur tetap kalap dengan menyerang karyawan lainnya yang terjebak, terangnya.

"Suasananya sangat mencekam karena banyak karyawan yang terjebak di lantai tiga yang dibakar pelaku, akibatnya enam orang sempat terjatuh, termasuk pelaku serta Wagio yang sempat terkena tikaman, Wagio akhirnya meninggal setelah sempat dirawat di Rumah Sakit Bakti Nugraha, sementara pelaku tewas ditempat," terang Zainal.

Saksi mata lainnya Iwan (31) mengatakan peristiwa itu bermula saat pelaku memesan kopi di sebuah warung di sebelah toko Obat Mustang, kemungkinan pemilik warung tidak mendengar jika pelaku memesan kopi, karena saat itu lampu PLN padam sehingga genset sedang dinyalakan. Pelaku kemudian mengambil pisau lalu menyerang seorang pengunjung bernama Thamrin. Leher korban terkena sayatan pisau dan pemilik warung yang bernama Jeki yang berupaya menolong juga sempat ditikam, terang Iwan.

Pelaku yang sudah gelap mata kemudian kabur dan setiap orang yang ditemui di jalan langsung diserang.

"Seorang wanita yang saat itu hendak membeli obat langsung diserang di bagian leher, sehingga korban menderita luka cukup parah. Korban yang ternyata seorang bidan itu kemudian dilarikan ke rumah sakit, tetapi akhirnya meninggall dunia," ujar Iwan.

Pelaku kemudian masuk ke toko obat Mustang, lalu naik ke lantai 3 dan menyerang karyawan yang berada di atas, sehingga beberapa orang sempat terjatuh termasuk pelaku sendiri yang akhirnya tewas, ujar Iwan.

Kapolresta Samarinda Kombes Polisi Anthonius Wisnu Sutirta ketika dikonfirmasi beberapa hari lalu mengatakan, setelah Kepolisian melakukan penyelidikian dan melakukan kordinasi dengan pihak Rumah Sakit Jiwa Bakti Husada, ternyata pelaku mempunyai gangguan jiwa dan pernah dirawat di RSJ, tegas Kapolres.(bh/gaj)


 
Berita Terkait Samarinda
 
AORDA Kaltim Usulkan Daerah Khusus Istimewa Kutai Raya Menjadi Ibu Kota Negara
 
Abdullah Bantah Proyek Gudang Arsip yang Diduga Fiktip di Kantor Dikdukcapil Samarinda
 
Makmur Ajak Masyarakat Beri Pengabdian Terbaik Bagi 'Benua Etam'
 
Pendapatan Daerah Sektor Pajak Menjanjikan dan Harus Digali dengan Optimal
 
Puji Setyowati: Masyarakat Samarinda Dihimbau Bijak Gunakan Panggilan Darurat 112
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]