Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Eksekutif    
 
KTT ASEAN
Presiden dan Wapres Tinjau Persiapan KTT Asean
Wednesday 16 Nov 2011 00:33:10

Lima KRI ikut diturunkan jaga perairan Bali (Foto: Ist)
DENPASAR (BeritaHUKUM.com) – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wapres Boediono secara bergantian meninjau kesiapan pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-19, ASEAN +3, dan KTT Asia Timur. Wapres Boediono melakukan peninjauan lokasi pada pagi hari, sedangkan Presiden SBY melakukan peninjauan pada sore hari. Lima kapal perang milik TNI AL pun diturunkan jaga perairan Bali.

Secara umum Wapres Boediono pada keteranganya di Nusa Dua, Bali, Selasa (16/11), menyampaikan rasa puasnya atas kesiapan penyelenggaraan KTT ASEAN ke-19, ASEAN+3, dan KTT Asia Timur. "Ini adalah event yang menurut saya melebihi standar manapun. Tampaknya semuanya sudah berjalan lebih baik, walaupun masih ada yang sedikit perlu perbaikan,” kata Boediono.

Sedangkan Presiden yang didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono melakukan kunjungan pada sore hari. Sebelumnya pada pagi hari Menkominfo Tifatul Sembiring melakukan peninjauan lebih awal sebelum kedatangan Wakil Presiden Boediono.

Menurut rencana KTT ke-19 ASEAN akan dihadiri para pemimpin puncak ASEAN. Sedangkan pemimpin China, Korea Selatan, dan Jepang akan menghadiri KTT ASEAN+3 dan KTT Asia Timur. Selain itu akan hadir pula kepala negara atau pemerintah Amerika Serikat, Rusia, Australia, Selandia Baru, dan India dalam KTT Asia Timur

Lima KRI
Sementara itu, TNI AL menurunkan lima kapal perang untuk membantu pengamanan KTT tersebut. Kapal ini akan menjaga kawasan perairan Nusa Dua hingga Bandara Ngurah Rai. Lima Kapal Republik Indonesia (KRI) yang dikerahkan dalam pengamanan tersebut, yakni KRI KS Tubun, KRI Slamet Riyadi, KRI Kerapu, KRI Banda Aceh, dan KRI Sura.

Kelima kapal tersebut akan terus memantau sepanjang perairan Nusa Dua dan perairan dekat Bandara Ngurah Rai. Pengamana juga dibantu Polair yang telah menempatkan Kapal Patroli Bisma dan Kutilang.

Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Leonard menyatakan, untuk masalah pengamanan jalur laut yang rentan disusupi para penyelundup. Aparat sudah diamankan dengan konsentrasi pengamanan meliputi Pelabuhan Padang Bai, Gilimanuk, dan Celukan Bawang. “Pengamanan jalur tikus sudah kami lakukan beberapa hari lalu dan kini sudah diperketat,” tegasnya.

Pangdam menegaskan, pengamanan KTT ASEAN dan East Asia Summit yang berlangsung di Nusa Dua nantinya akan diperketat, menyangkut pengaturan lalu-lintas di udara. Selama berlangsungnya KTT, lalu-lintas penerbangan tidak diperkenankan melintas di atas Nusa Dua.

Khusus untuk pengamanan di laut, akan diberlakukan sistem buka tutup. Nantinya, perairan penyeberangan dan penangkapan ikan untuk sementara akan ditutup. Tak hanya itu, aktivitas olahraga air seperti parasailing dan banana boat, tidak diperbolehkan. “Sistem buka tutup ini akan diatur. Tapi yang jelas kawasan laut tidak akan ditutup secara keseluruhan dan untuk sementara akan sterilkan,” tegasnya.

Sementara itu, pengamanan laut juga akan melibatkan puluhan personil dari Komandan Pasukan Katak (Kopaska) Armada Timur yang bermarkas di Surabaya. Pasukan Kopaska akan melakukan penyisiran melibatkan satu unit Combat Boat dan dua unit Sea Rider. “Pasukan yang terbagi ke dalam tiga tim ini akan stand by di perairan untuk menjalankan misi pengamanan selama berlangsung KTT,” tandasnya. (beb/sut/gre)

Share : Facebook |

 
Berita Terkait KTT ASEAN
Indonesia Ajukan Role Model Pembangunan Ekonomi untuk Pengentasan Kesenjangan
Terorisme dan Masyarakat Ekonomi ASEAN Jadi Sorotan KTT ASEAN
Hari Ini, Presiden SBY Hadiri Rangkaian KTT Ke-22 ASEAN
Presiden Kembali Ikuti Rangkaian Kegiatan KTT Ke-21 ASEAN
Presiden dan Wapres Tinjau Persiapan KTT Asean
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
105 Tahun Muhammadiyah Fokus Kembangkan Program Unggulan
Kekerasan Terhadap Jurnalis Dampak Ketidaksempurnaan UU No 40/1999 tentang Pers
Muktamar GPII Akan Tegaskan NKRI dan Pancasila Harus Dipertahankan
Kasau: Indonesia Jaya Expo 2017 Kenalkan TNI AU Lebih Dekat dengan Masyarakat
Ketum: Proses Perjalanan Muhammadiyah yang Panjang dan Terus Berkembang Patut Kita Syukuri
Panglima TNI: Dokter Militer Sangat Vital Dalam Kondisi Damai dan Perang
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kasau: Indonesia Jaya Expo 2017 Kenalkan TNI AU Lebih Dekat dengan Masyarakat
Forum Alumni Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia Tolak Reklamasi Selamanya
Akhirnya PBB - PKPI - Partai Idaman Lolos Pendaftaran Pemilu 2019
KPK Tidak Temukan Setya Novanto, Tim KPK Terus Cari Setya Novanto
Police Still Hunting for President Director PT MESD, Yu Jing, Suspect and Wanted
DPR Minta Presiden Berani Amandemen UUD 1945
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]