Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Gaya Hidup    
 
Bola
Presiden Undang Tim Nasional ke Istana Negara, Andik Terharu
2016-12-20 13:19:10

Presiden Joko Widodo saat foto bersama tim nasional bola Indonesia di Istana Negara.(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Salah satu pemain sayap tim nasional Indonesia, Andik Vermansyah terharu mendapat undangan makan siang di Istana Negara dari Presiden Joko Widodo. Andik senang dengan perhatian yang dicurahkan orang nomor satu Indonesia itu pada sepak bola. "Saya sangat bangga Bapak Presiden sangat cinta sama sepak bola dan termasuk perhatian sama olahraga. Semoga olahraga lainnya diperhatikan, gitu," ujar Andik.

Usai kekalahan di final Piala AFF 2016, tim nasional Indonesia, pelatih Alfred Riedl, serta ofisial tim pada Senin (18/12) diterima Presiden Jokowi. Pemerintah sendiri menggelontarkan bonus Rp200 juta per pemain dan Rp150 juta untuk setiap ofisial tim sebagai bentuk apresiasi keberhasilan mereka menembus final. "Memberikan bonus kepada seluruh pemain, paling dihitung-hitung Rp200 (juta) per main," kata Jokowi.

Pernyataan Jokowi disambut riuh tepuk tangan dan senyum di wajah pemain, termasuk Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi yang mendampingi Jokowi. "Saya sangat bangga sekali, terharu, cukup terharu ada panggilan untuk makan bersama, apalagi dikasih bonus sama beliau. Kami sangat banyak terima kasih. Sebagai pemain saya terima kasih juga kepada ketua PSSI, ofisial dan pemain seluruhnya." tegasnya.

Andik mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan Jokowi dan juga kepada pihak-pihak yang mempercayainya untuk menjadi bagian dari timnas. Sejak laga persiapan jelang Piala AFF 2016, Andik sendiri selalu jadi bagian tak tergantikan dari susunan tim inti Merah Putih.

Hanya saja, Andik mengalami cedera otot ketika bermain di leg pertama final Piala AFF sehingga absen di partai selanjutnya. Meski demikian, Andik tetap terbang ke Thailand sebagai bentuk dukungan moril untuk rekan setimnya. Ketika ditanyai soal bonus Piala AFF, Andik hanya menjawab singkat sembari tertawa ringan: "Pastinya buat keluarga saya, gitu."

Meskipun gagal mempersembahkan gelar juara Piala AFF Suzuki 2016 karena dikalahkan tuan rumah Thailand 2-0 dalam pertandingan final leg kedua, di Bangkok, Sabtu (17/12) malam, Presiden Joko Widodo (Jokowi) tetap memberikan perhatian yang tinggi kepada Tim Nasional (Timnas) Indonesia. Ini dibuktikannya dengan mengundang para pemain dan ofisial Timnas Indonesia untuk makan siang bersama di Istana Merdeka.

Presiden Jokowi menyampaikan penghargaan dan apresiasi yang tinggi pada seluruh pemain, pelatih Timnas Indonesia, dan PSSI. Walaupun tidak berhasil membawa Piala AFF 2016, tetapi Presiden dan seluruh rakyat yang menonton pertandingan pada malam itu, mengaku merasa bangga dengan semangat juang, kerja keras mati-matian yang ditunjukkan seluruh pemain.

"Ada yang deg-degan, yang berdoa, ada yang enggak berani melihat TV (televisi), tapi saya yakin rakyat bangga atas semangat juang Timnas Garuda yang berhasil masuk ke final. Dan saya kira banyak mengejutkan kita semuanya karena memang waktu persiapan sangat pendek setelah kita terkena sanksi FIFA," paparnya.

Presiden Jokowi berharap para pemain, pelatih, dan ofisial Timnas Indonesia tidak patah arang dengan kegagalan kali ini. Tetapi harus bisa mengambil hikmah, mengambil pelajaran dari kekalahan ini, dan mempersiapkan untuk kompetisi, untuk pertandingan-pertandingan yang akan datang. "Karena yang penting memang bukan masalah kalah atau menang tapi pelajaran di balik itu," ujarnya.

Presiden juga meminta agar semua pihak yang terkait dengan Timnas Sepakbola Indonesia menggunakan momentum ini untuk mempersiapkan lagi, karena Timnas Garuda ini betul-betul bisa menyatukan bangsa kita, menunjukkan kekuatan persatuan, menunjukkan kebhinekaan kita bahwa perbedaan, kemajemukan, keberagaman itu menjadi sebuah sumber kekuatan bangsa kita.

Mengenai bonus, Presiden Jokowi yang didampingi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mengatakan, pemerintah memberikan sedikit bonus bagi seluruh pemain. Kemarin dihitung-hitung, Rp 200 juta per pemain.

"Sudah itu saja. Semoga nanti sore sudah ditransfer ke rekening masing-masing atau sudah, saya enggak tahu. Nanti dicek di rekening masing-masing, saya sudah perintahkan tadi pagi," tegas Presiden Jokowi.(bh/as)


 
Berita Terkait Bola
 
Menang 5-2 Lawan Thailand, Timnas Sepakbola Indonesia Raih Medali Emas SEA Games 2023: Penantian 32 Tahun
 
Sukamta Minta Indonesia Konsisten pada Amanat UUD 1945
 
Korban Tragedi Kanjuruhan Gugat Jokowi hingga Arema, Tuntut Ganti Rugi Rp62 Miliar
 
Mochamad Iriawan Diminta Mundur dari Ketua Umum PSSI
 
Polisi Tetapkan 6 Tersangka, Kasus Tragedi Kanjuruhan Malang
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
RUU PPRT Jadi Usulan Inisiatif DPR, PRT Ungkap Ini
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
RUU PPRT Jadi Usulan Inisiatif DPR, PRT Ungkap Ini
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]