Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Eksekutif    
 
Jaksa Agung
Presiden Jokowi Diharapkan Angkat Jaksa Agung dari Jaksa Karier
2019-07-21 22:35:25

Ilustrasi. Gedung Kejaksaan Agung RI.(Foto: BH /sya)
JAKARTA, Berita HUKUM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) diharapkan bisa mengangkat Jaksa Agung dari jaksa karier bukan dari kalangan politisi.

Hal itulah yang diungkapkan Keluarga Besar Purna Adhyaksa (KBPA) dalam konferensi pers bertajuk "Kriteria Jaksa Agung yang Dikehendaki Keluarga Besar Purna Adhyaksa", di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (21/7).

Menurut salah satu anggota KBPA, Sudono Iswahyudi memang diperlukan sebuah saran dari tim kejaksaan untuk memilih Jaksa Agung. Bisa dari jaksa yang sedang berkarier ataupun yang sudah purnabakti.

"Dan figur jaksa agung yang memang dari internal namun juga yang memiliki pengalaman di luar dan berhasil," ujar mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) itu, Minggu (21/7).

Bagi para Purna Adhyaksa, kelebihan jaksa karier, adalah memahami budaya internal, manajemen internal. Kemudian tidak butuh waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan internal, memahami anggota sehingga mudah mengatur mutasi, serta memiliki jaringan di luar institusi.

Tetapi ada juga kekurangannya, seperti rasa sungkan dengan rekan kerjanya, serta kemungkinan pengaruh eksternal dalam mutasi atau promosi jabatan.

Meski demikian, KBPA menganggap jaksa karier lebih tepat untuk dipilih sebagai Jaksa Agung.

Menurut mantan Direktur Penyidikan Kejagung Chairul Imam, jika Jaksa Agung dari unsur politik berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.

"Kalau bisa bebas dari politik praktis. Konflik kepentingan itu salah satu kendala di kejaksaan," ujar Chairul.(bh/br)


 
Berita Terkait Jaksa Agung
 
Jaksa Agung Keluarkan SEJA Ditengah Pandemi Covid-19
 
Jaksa Agung Harus Non Partisan, Pengamat: Yang Penting Jangan Terafiliasi dengan Parpol
 
Raih Doktor, Disertasi Sugeng: Revisi UUD dan Jaksa Agung Karir
 
Ini Klarifikasi Jaksa Agung RI Terkait Tudingan Intervensi Perkara Korupsi Bandjela
 
Soal Jaksa Chuck, Larangan Presiden Soal Ego Sektoral Diabaikan Jaksa Agung
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Din Syamsuddin Ungkap 3 Syarat Pemakzulan Pemimpin
Polisi Sita 15,6 Gram Ganja dari Tangan Artis Berinisial DS
Kekhawatiran Surabaya Jadi Wuhan Buntut Dari Pusat Yang Mencla-mencle
Sosialisasi Jamu Herbal Kenkona di Depok, Ketum HMS Centre Yakin Tak Sampai 5 Persen Terpapar Covid19 di Indonesia
Kabaharkam Serahkan Ribuan APD Covid-19 Bantuan Kapolri untuk RS Bhayangkara Polda Jawa Timur
Kasus Kondensat BP Migas - TPPI, Terdakwa: Pemberian Kondensat Kepada PT TPPI Berdasarkan Kebijakan Pemerintah
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Polisi Sita 15,6 Gram Ganja dari Tangan Artis Berinisial DS
Ternyata Sebelum Ruslan Buton, Khoe Seng Seng Juga Sudah Lebih Dulu Minta Jokowi Mundur
Inilah Pernyataan Pers PP Muhammadiyah Tentang Pemberlakuan New Normal
Polri Siap Masifkan Protokol New Normal
Anies: Perpanjangan PSBB Jakarta Jadi Penentu Transisi Memulai 'New Normal'
Polri Tutup Pintu Masuk Arus Balik Menuju Jakarta
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]